

Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Lambatnya Damkar dan Irigasi Kering Hambat Pemadam : Rumah Kadus Ridwan di Meunasah Leubok Aceh Timur Ludes Terbakar
- Air Baku Keruh >600 di IPA Lhoknibong, Proyek Rehabilitasi Disoal; “Itu Urusan Pusat”
- ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA ANTI KORUPSI SULSEL KEMBALI BERGERAK, DESAK KEJATI SULSEL SUPERVISI DUGAAN KORUPSI PASAR SENTRAL BULUKUMBA
- Kepala UPTD SPF SDN Gaddong 2: Pendidikan Karakter Jadi Jadi Prioritas di Sekolah Full Day
- Dugaan Pemotongan Pupuk 20-30% di Aceh Timur, Kabid PSP Dinas Pertanian Bungkam Saat Dimintai Klarifikasi
- Dugaan Korupsi Dana BOSP Rp2,4 Miliar, KPMB Sul-Sel Desak Kejari Bantaeng Periksa Dinas Pendidikan
- Soal Pelayanan Lumpuh Akibat Pemadaman Listrik, BPN Maros Sampaikan Hak Jawab dan Permohonan Maaf
- HMI Koorkom UMI Laporkan PT Putra Puham Hamid; Desak DPR-RI Melakukan RDP
Penulis: Admin
ACEH TIMUR – bidikterkini.com | Lembaga Badan Advokasi Indonesia (BAI) mendesak M Nursabri alias ‘Pak Cek’ MNS, yang disebut sebagai paman Kadus Gampong Buket Kareng, untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik. Desakan itu disampaikan Bang Nyakli dari BAI menyusul beredarnya rekaman percakapan WhatsApp pada *Minggu, 7 Juni 2026* yang diduga berisi permintaan penghapusan berita kepada wartawan bedikterkini.com. _”tim mendesak M Nursabri untuk meminta maaf ke publik”_ – demikian transkrip audio yang diterima redaksi dari BAI. *Kronologi Peristiwa* Sebelumnya bedikterkini.com memberitakan upaya konfirmasi jurnalistik ke Kadus Buket Kareng berinisial Muh terkait isu yang berkembang di gampong. Dalam konfirmasi tersebut, Kadus…
ACEH TIMUR – bidikterkini.com | Sebanyak 35 Mesjid yang tersebar di berbagai Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur menerima bantuan sajadah melalui program Pokok Pikiran (Pokir) dari Hj. Aisyah Ismail atau yang akrab disapa Kak iin ketua Komisi 3 DPRA, Sabtu (06/06/2026). Bantuan itu diterima langsung oleh pengurus Mesjid didampingi Keuchik atau perangkat Desa yang dipusatkan di Kecamatan Idi Rayeuk, masing-masing Mesjid mendapatkan sepanjang 100 meter sejadah yang disalurkan melalui Dinaas Syari’ah Islam (DSI Aceh). Penyaluran sajadah tersebut disambut antusias oleh pengurus mesjid dan masyarakat penerima manfaat. Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jamaah dalam melaksanakan berbagai kegiatan ibadah, baik salat…
ACEH TIMUR– bidikterkini.com | Dugaan intimidasi terhadap wartawan bedikterkini.com terjadi beruntun setelah upaya konfirmasi jurnalistik terkait isu di Gampong Buket Kareng, Kecamatan Pante Bidari. Berdasarkan keterangan Koordinator Liputan Provinsi Aceh Saiful Ismail S.F, sebelum peristiwa dugaan intimidasi terjadi, ia telah melakukan konfirmasi awal kepada Kadus Gampong Buket Kareng berinisial Muh terkait informasi yang diterima dari narasumber. “Dalam upaya konfirmasi tersebut, Kadus Buket Kareng diduga bersikap arogan terhadap wartawan,” ujar Saiful Ismail S.F. *Keuchik Menghindar, Alasan “Tidak Ada Kereta”* Setelah konfirmasi ke Kadus tidak mendapat jawaban substansi, Saiful Ismail S.F kemudian menghubungi Keuchik Gampong Buket Kareng via telepon WhatsApp untuk meminta keterangan…
ACEH TIMUR – bidikterkini.com | Dugaan intimidasi terhadap wartawan bedikterkini.com berbuntut panjang. Setelah upaya konfirmasi ke Kadus Gampong Buket Kareng berinisial Muh diwarnai ucapan tidak wajar, pihak keluarga Kadus diduga ikut menekan wartawan agar menghapus berita. Berdasarkan rekaman percakapan WhatsApp yang diterima redaksi pada Jum’at 5 Juni 2026, M. Nur Sabri yang mengaku sebagai ‘Pak Cek’ atau paman dari Kadus Muh menghubungi wartawan Saiful Ismail S.F. Dalam percakapan tersebut, M. Nur Sabri berulang kali meminta agar berita dihapus dengan alasan hubungan kekerabatan. _”Uroe nyoe ku pegah bak kah puddin nyan aneuk kemun long”_ yang artinya: “Hari ini saya bilang sama…
ACEH TIMUR – bidikterkini.com | Upaya konfirmasi Saiful Ismail S.F, Koordinator Liputan bedikterkini.com untuk wilayah Aceh, kepada perangkat Gampong Bukit Kareng, Kecamatan Pante Bidari, diwarnai permintaan identitas dan ucapan tidak wajar. Insiden terjadi saat wartawan menghubungi Kepala Dusun/Kadus setempat melalui WhatsApp, Senin 1 Juni 2026. Perlu ditegaskan, informasi yang disampaikan warga berinisial T terkait persoalan di desa tersebut tidak dipublikasikan oleh redaksi. Yang menjadi sorotan adalah sikap Kadus saat dikonfirmasi. Alih-alih memberikan keterangan, Kadus berinisial M justru meminta identitas wartawan. Permintaan itu disertai ucapan yang dinilai merendahkan martabat profesi jurnalis. “Yang kami publikasikan hanya percakapan dan lontaran kata-kata dari Kadus…
PANTE BIDARI – bidikterkini.com | Upaya konfirmasi awak media bedikterkini.com ke Pemerintah Gampong Buket Kareng, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, diwarnai dugaan sikap arogan. Dua Kepala Dusun/Kadus dan Ketua Pemuda setempat diduga bersikap tidak kooperatif hingga melontarkan ucapan tidak wajar kepada wartawan. Peristiwa terjadi Senin, 1 Juni 2026, saat Saifuddin Ismail, Koordinator Liputan bedikterkini.com, melakukan konfirmasi terkait persoalan publik di desa tersebut melalui sambungan telepon WhatsApp. Untuk sementara, substansi persoalan awal tidak dipublikasikan. *Diduga Arogan, Dua Kadus Tak Beri Keterangan* Alih-alih memberikan keterangan, dua Kadus yang dihubungi justru menunjukkan sikap arogan. Mereka mempertanyakan identitas wartawan dan menolak menjelaskan persoalan yang…
PANTE BIDARI – bidikterkini.com | Persoalan dugaan penyelewengan “sgel” surat tanah Huntap di Gampong Buket Kareng, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, untuk sementara tidak dipublikasikan. Namun muncul persoalan baru: Ketua Pemuda setempat berinisial Muh diduga merendahkan profesi wartawan dan melontarkan kata-kata tidak wajar. Insiden terjadi saat Saifuddin Ismail, Koordinator Liputan media bedikterkini.com, melakukan konfirmasi kepada pihak pemerintah desa terkait persoalan publik, Senin 1/6/2026. Alih-alih memberikan keterangan, Muh justru mempertanyakan identitas wartawan dengan nada tinggi. “Kamu siapa rupanya? Kalau kamu wartawan mana identitasnya, bawa ke sini,” ujar Muh dalam rekaman percakapan yang diterima redaksi. Muh juga melontarkan ucapan dalam bahasa Aceh:…
ACEH TIMUR – bidikterkini.com | Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyiapkan anggaran sekitar Rp58 miliar untuk pembayaran Gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota DPRK, serta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Pencairan dijadwalkan mulai dilakukan pada 5 Juni 2026. Pembayaran Gaji ke-13 tersebut merujuk pada Peraturan Bupati Aceh Timur Nomor 11 Tahun 2026 tentang Teknis Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Timur Tahun 2026. Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menginstruksikan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) agar segera memproses pencairan Gaji ke-13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS)…
Makassar – bidikterkini.com | 3 Juni 2026 – Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Pemerhati Hukum Sulawesi Selatan (KPH Sulsel) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Rabu (3/6/2026) siang. Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Jenderal Lapangan, Wawan Copel, sebagai bentuk tekanan publik terhadap aparat penegak hukum agar mengusut secara menyeluruh dugaan korupsi pengadaan bibit nanas pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulawesi Selatan yang diduga menelan anggaran hingga Rp60 miliar. Dalam aksinya, massa menyoroti bahwa penanganan perkara tidak boleh berhenti pada level pelaksana teknis semata. Menurut mereka, terdapat dugaan keterlibatan pihak-pihak yang memiliki kewenangan…
ACEH UTARA – bidikterkini.com | Belum tuntas luka akibat banjir November 2025, warga Gampong Rumoh Rayeuk dan Leubok Muku, Kecamatan Langkahan, kembali kehilangan tempat tinggal. Puluhan unit hunian sementara atau huntara porak-poranda diterjang angin kencang disertai hujan deras, Selasa 2/6/2026 sore. Angin kencang yang datang tiba-tiba merobohkan bangunan darurat yang menjadi tempat tinggal sementara warga terdampak banjir Aceh Utara 26 November 2025 lalu. Akibatnya, mereka terpaksa mengungsi lagi ke huntara lain yang masih berdiri. Berdasarkan data di lapangan, puluhan bangunan huntara rusak parah dan dinyatakan roboh total sehingga tidak layak huni lagi. Di Gampong Rumoh Rayeuk saja, 1 kompleks berisi…
