PANTE BIDARI – bidikterkini.com | Persoalan dugaan penyelewengan “sgel” surat tanah Huntap di Gampong Buket Kareng, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, untuk sementara tidak dipublikasikan. Namun muncul persoalan baru: Ketua Pemuda setempat berinisial Muh diduga merendahkan profesi wartawan dan melontarkan kata-kata tidak wajar.
Insiden terjadi saat Saifuddin Ismail, Koordinator Liputan media bedikterkini.com, melakukan konfirmasi kepada pihak pemerintah desa terkait persoalan publik, Senin 1/6/2026.
Alih-alih memberikan keterangan, Muh justru mempertanyakan identitas wartawan dengan nada tinggi.
“Kamu siapa rupanya? Kalau kamu wartawan mana identitasnya, bawa ke sini,” ujar Muh dalam rekaman percakapan yang diterima redaksi.
Muh juga melontarkan ucapan dalam bahasa Aceh: _”Kah soe teman putra perle jak kenoe laju magat ta selesaikan jnoe?”_ yang artinya: “Kamu siapa? Kalau memang anak lelaki datang ke sini, langsung kita selesaikan sekarang juga.”
*Permintaan Maaf ke Publik*
Pihak bedikterkini.com menilai ucapan tersebut telah merendahkan martabat profesi jurnalis. Padahal wartawan bertugas mencari dan menyampaikan informasi publik sesuai amanat Pasal 28F UUD 1945 dan UU Pers No. 40 Tahun 1999.
“Kami tidak mempersoalkan substansi awal. Yang kami soroti adalah tindakan Muh yang merendahkan profesi wartawan dan melontarkan kata-kata tidak wajar terhadap Koor Liputan kami, Saifuddin Ismail,” ujar redaksi.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, bedikterkini.com berharap Muh bersedia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik dan insan pers atas ucapannya tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi lanjutan ke pihak Pemerintah Gampong Buket Kareng masih dilakukan. Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya untuk memenuhi asas keberimbangan.
Laporan: (SF) Tim Redaksi bedikterkini.com


