PANTE BIDARI, ACEH TIMUR — bidikterkini.com | 1 September 2026 — Terkait terungkapnya dugaan pemotongan kuota pupuk bersubsidi sebesar 20% hingga 30% yang menimpa Kelompok Tani Usaha Beuna di Gampong Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, awak media Bidikterkini telah berupaya meminta keterangan resmi kepada pihak berwenang guna mendapatkan penjelasan yang transparan.
Tim Bidikterkini menghubungi Bapak Fadli, Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Aceh Timur, untuk meminta klarifikasi langsung mengenai alokasi dan penyaluran kuota pupuk bersubsidi kepada kelompok tani tersebut. Namun sayangnya, hingga kurang lebih 2 kali 24 jam berlalu sejak upaya konfirmasi dilakukan, Kabid PSP hingga saat ini belum memberikan tanggapan maupun keterangan apa pun. Pihaknya seakan membisu dan menghindar dari pertanggungjawaban atas data yang telah terungkap di lapangan.
Padahal sebelumnya, awak media Bidikterkini juga telah berupaya melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Ibu Nur, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pante Bidari. Alih-alih memberikan penjelasan yang memuaskan, Ibu Nur justru menampik dengan ucapan: “Saya tidak tahu soal itu, karena itu urusan orang penyuluhan, Pak.”
Jawaban yang saling lempar tanggung jawab ini semakin menambah teka-teki di tengah masyarakat petani yang haknya jelas-jelas terpotong tanpa alasan sah. Di satu sisi kuota resmi tercatat 19,5 ton senilai Rp35,5 juta, namun yang diterima petani berkurang drastis. Di sisi lain, pejabat yang seharusnya menjaga penyaluran justru saling melempar urusan hingga tidak ada yang mau bertanggung jawab.
Apakah ada yang ditutupi di balik kebisuan Kabid PSP dan penolakan Kepala BPP untuk menjawab? Mengapa setiap ada pertanyaan soal pupuk subsidi, jawabannya selalu “bukan urusan saya”? Jika bukan urusan mereka, lalu siapa yang harus dimintai pertanggungjawaban atas hilangnya jutaan rupiah hak petani tersebut?
Tim Bidikterkini menegaskan: masyarakat berhak mendapatkan penjelasan resmi. Bukan jawaban yang saling lempar antar pejabat, bukan pula kebisuan yang membiarkan kerugian rakyat terus terjadi. Kami tetap menunggu tanggapan resmi dari Dinas Pertanian Aceh Timur, dan akan terus memantau kasus ini hingga kejelasan didapatkan.
#AcehTimur #PupukBersubsidi #KelompokTaniUsahaBeuna #SeuneubokSaboh #PanteBidari #eRDKK #iPubers #PenggelapanPupuk #DinasPertanianAcehTimur #BeritaAceh



