Aceh Timur – bidikterkini.com | Kesabaran masyarakat Aceh Timur mulai berada di titik kritis. Bantuan banjir yang dinanti-nantikan hingga kini tak kunjung cair, membuat warga bukan hanya kebingungan, tapi juga mulai kehabisan cara. “Mungkin proposalnya nyasar ke awan, makanya kami sekarang ikut ngadu ke langit,” ujar Hendrika Saputra, Ketua Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Aceh Timur, dengan nada pahit.
Di sejumlah desa terdampak, keluhan semakin keras terdengar. Warga mengaku kondisi ekonomi semakin terjepit. Aktivitas kerja terganggu pasca banjir, sementara kebutuhan hidup dan tagihan terus berjalan tanpa kompromi. “Ini bukan lagi soal sabar atau tidak, tapi perut juga ada batasnya. Kalau bantuan belum cair juga, kami takut yang cair duluan itu emosi masyarakat,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.
Informasi terkait pencairan bantuan masih simpang siur. Ada yang bilang “segera”, ada yang bilang “tunggu proses”, tapi yang jelas di lapangan, masyarakat masih menunggu dengan dompet yang makin tipis. Sebagian warga bahkan mulai menyindir kondisi ini dengan gaya humor khas kampung: “Kalau bantuan ini manusia, mungkin sudah kami jemput pakai becak. Tapi ini entah di mana, mungkin lagi liburan.”
Hendrika Saputra berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar bantuan tersebut benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan. “Jangan sampai bantuan hanya jadi cerita, sementara rakyat jadi korban yang terus menunggu tanpa akhir,” tegasnya.
Laporan: SF


