ACEH UTARA – bidikterkini.com | Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun 2026 menjadi prioritas nasional, khususnya bagi sekolah terdampak bencana dan daerah tertinggal di seluruh Aceh. Dana disalurkan secara bertahap ke 23 kabupaten/kota, dengan tahap pertama sebesar 70% mulai dicairkan pada rentang April hingga Mei 2026 setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Salah satu sekolah penerima manfaat adalah SMP Negeri 6 Baktiya, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Sesuai data yang tercantum di papan proyek resmi:
Nama Kegiatan: Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026
Pekerjaan: Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP Negeri 6 Baktiya
Nilai Anggaran: Rp 3.612.000.000
Sumber Dana: APBN Tahun Anggaran 2026
Waktu Pelaksanaan: 150 hari kalender terhitung sejak dana diterima
Pelaksana: Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMP Negeri 6 Baktiya
Kepala Sekolah: Khaidir, S.Pd
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, sendiri telah melakukan peninjauan langsung progres fisik revitalisasi di berbagai wilayah Aceh secara bertahap pada bulan Januari, Maret, hingga Juni 2026. Hal ini menegaskan bahwa program ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat agar segera bermanfaat.
KONFIRMASI KEPALA SEKOLAH
Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat terkait pelaksanaan anggaran tersebut, Khaidir, S.Pd., awalnya enggan memberikan penjelasan mendalam.
“Long han ek kubaca bang karna rame that wartawan,” ucap Khaidir dalam bahasa Aceh, yang artinya “Saya belum sempat membacanya bang, karena banyak sekali wartawan.”
Terkait usulan pemasangan iklan ucapan selamat atau pemberitaan, Khaidir menegaskan tidak ada pos anggaran untuk keperluan tersebut.
“Kalau soal iklan itu tidak ada anggaran pak. Tapi kalau Bapak minta bantuan, saya bantu alakadarnya saja. Kami pun sedang pusing ini,” ungkap Khaidir.
DANA CAIR, TAPI KAPAN SEKOLAH BISA DIGUNAKAN
Masyarakat dan orang tua siswa mengapresiasi bantuan negara yang besar ini. Namun muncul kekhawatiran mengingat dana tahap pertama sudah diterima sekitar bulan April–Mei, sedangkan target penyelesaian adalah 150 hari kalender atau setara sekitar 5 bulan.
“Kalau uang sudah masuk sejak April atau Mei, seharusnya progres sudah hampir tuntas atau bahkan selesai. Kami berharap Bapak Khaidir selaku Kepala Sekolah dan panitia pelaksana bisa menjelaskan, apakah masih ada waktu atau justru sudah melewati batas yang ditetapkan? Yang penting anak-anak segera bisa belajar di gedung yang nyaman dan aman,” ujar warga Desa Matang Raya Barat.
Masyarakat menekankan, selain ketepatan waktu, mutu pekerjaan juga harus sesuai standar karena anggaran ini adalah amanah rakyat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terkait kendala teknis maupun administrasi yang dihadapi serta kepastian tanggal penyelesaian total.
Redaksi akan terus memantau perkembangan proyek ini dan meminta klarifikasi resmi menyeluruh dari pihak sekolah serta panitia pelaksana.
Penulis: Saifuddin Ismail alias Saiful : bidikterkini.com



