Aceh Utara – bidikterkini.com | Dunia Pendidikan Kabupaten Aceh Utara kembali tercoreng akibat ulah Kepala Sekolah SMPN 7 Lhoksukon yang jarang masuk Sekolah pada saat di konfirmasi oleh awak media, Sabtu 1 November 2025
Awak media mengklarifikasi Samsol Bahri, S.pd sebagai kelapa Sekolah SMPN 7 Lhoksukon saat investigasi ke Sekolah di Aceh Utara pada Jum’at pagi 24 Oktober sekira pukul 08.45. WIB.
Wartawan Dari Media Realitas.com menanyakan keberadaan Kepala Sekolah kepada Staf pesuruh dan dewan guru SMPN 7 Seunuddon, staf dan Dewan Guru menjawab mungkin sebentar lagi bapak akan datang, mendengar jawaban tersebut awak media langsung pergi dari SMPN 7 Lhoksukon.
Tak berselang lama, tepat pada pukul 11.10 WIB awak media kembali mendatangi SMPN 7 Lhoksukon untuk bertemu dengan Samsol Bahri, S.pd Kepala Sekolah SMPN 7 Lhoksukon, namun lagi-lagi Kepala Sekolah tidak berada di Sekolah, padahal staf dan guru SMPN 7 Lhok Sukon mengatakan bapak nanti akan datang.
saat di konfirmasi tentang keberadaan dan bolosnya kepala Sekolah lewat pesan WhatsApp pada pagi 1 November 2025, Kepala Sekolah membantah dan mengelak atas pertanyaan Wartawan, bahkan Kepala Sekolah menjawab,” Harus ada Bukti, kalau tidak ada Bukti fitnah namanya, Fitnah lebih kejam dari pembunuhan,” ucap Kepala Sekolah menjawab pertanyaan Wartawan.
Mendengar jawaban bantahan dari Kepala Sekolah, awak media menjawab, “ kami punya bukti, data dan fakta tentang ketidakhadiran bapak ke Sekolah, jangan mengelak, ” sebut Wartawan.
Atas kejadian ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin, S.pd, M.pd di desak menertibkan Kepala Sekolah yang jarang masuk ke Sekolah dengan berbagai macam alasan yang tidak masuk akal, mulai dari sakit, ikut pelatihan, rapat di Dinas, hingga acara pesta dan meninggal keluarga.
Padahal Fungsi Kepala Sekolah sebagai pemimpin instansi yang menjalankan Visi Misi Sekolah yang sangat Vital, yaitu Dunia Pendidikan, kalau Kepala Sekolah sering bolos, maka guru, staf dan murid pun akan ikut malas-malasan ke Sekolah.
Sebagaimana di ketahui juga, bahwa Kepala Sekolah di Gaji besar, bertanggung jawab dengan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bahkan dirinya mendapatkan Sertifikasi seperti guru lainnya dengan tanpa mengajar, dan Ada beberapa Kepala Sekolah yang sedang menjalankan Program Revitalisasi Sekolah dengan Jumlah anggaran bervariasi, mulai dari ratusan juta hingga Milyaran Rupiah.
(Sumber: Muhazir reporter realitas.com)
Koordinator Liputan Aceh Saipul Ismail SFÂ


