ACEH TIMUR – bidikterkinicom | Pante Bidari Warga Desa Seuneubok Saboh, Aceh Timur, masih belum menerima bantuan yang memadai setelah 4 bulan pasca banjir. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat hanya 49 unit rumah hunian sementara (huntara) dan beberapa barang lainnya seperti kipas angin, kasur, tikar, dan karpet dari BNPB. Padahal, warga masih membutuhkan bantuan untuk memulihkan kehidupan sehari-hari.
Pasalnya, dari total data ril 183 warga yang terdampak, bencana alam yaitu banjir masih banyak di antaranya para warga masih tinggal di rumah yang seadanya. “Kami masih membutuhkan bantuan untuk memperbaiki rumah dan kami belum mendapatkan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata salah satu warga
Warga desa tersebut juga mempertanyakan tentang bantuan JADUP yang disalurkan pada tahap 1 awal 2026 kepada korban banjir di Aceh Timur yang dijanjikan oleh pemerintah. Menurut informasi, 25 ribu data warga yang diinput oleh BPBD kabupaten Aceh Timur adalah nama calon penerima bantuan, namun hingga kini 49 warga desa Seuneubok Saboh belum ada kejelasan sedikit pun dari perangkat desa. “Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan bantuan Jaminan Jatah Hidup (JADUP), apakah kami akan menerima itu atau tidak,” kata salah satu warga kepada awak media.
Yang lebih mengejutkan, nama Desa Seuneubok Saboh tidak masuk dalam data penerima bantuan JADUP dari Kemensos RI, sehingga warga merasa tidak ada kepastian dari kepala desa tentang JADUP yang disalurkan oleh Menteri Sosial dan kapan mereka menerima undangan bantuan JADUP. Salah satu warga bernama Saifuddin Ismail alias Saipul menanyakan lagi ke Pak Keuchik Seuneubok Saboh, jawaban dari Pak Keuchik adalah “data warga Seuneubok Saboh tidak diambil oleh BPBD”.
Namun, jawaban berbeda diberikan oleh Camat Pante Bidari, Darkasyi SE, yang mengatakan bahwa data dari desa Seuneubok Saboh telah dikirim ke Kecamatan dan diteruskan ke kabupaten. “Untuk informasi lebih lanjut, bapak ibu bisa langsung bertanya ke Dinas Sosial,” kata Camat.
Warga juga mencoba menghubungi Ibu Saharini, Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, dan jawabannya adalah “coba kamu tanyakan lagi sama Pak Keuchik, pastikan ada masuk gak data warga ke BPBD penerima bantuan JADUP tahap 1 dalam data 25 ribu, soalnya itu tahap pertama yang diusulkan oleh Bupati”.
Salah satu warga juga menghubungi Kaur Pembangunan, Muzakir Walat, via telpon WhatsApp dan jawabannya adalah “tidak menerima bantuan JADUP karena belum turun tim dari BNPB dan BPBD, maka tidak dapat bantuan JADUP dan tidak ada undangan”.
Wakil Menteri Pemberdayaan Kelompok Perempuan dan Anak, Veronika, pernah mengunjungi desa Seuneubok Saboh, namun sayangnya setelah kunjungan tersebut, bantuan JADUP belum juga diterima oleh warga. “Wamen datang, tapi bantuan tidak kunjung datang,” kata salah satu warga.
Sampai saat ini, sejumlah warga di desa Seuneubok Saboh masih menunggu kejelasan dari perangkat desa mengenai data penerima bantuan JADUP yang mereka butuhkan. Saat dikonfirmasi, kepala desa maupun perangkat lainnya tidak ada satu pun yang memberikan jawaban yang jelas kepada masyarakat [nama warga/nama perangkat desa].
Laporan: Reporter Kaperwil Liputan Provinsi Aceh Saipul Ismail SF


