Makassar – bidikterkini.com | Sejumlah massa dari Aliansi Pemuda dan Rakyat Sulsel melakukan unjuk terkait dugaan calo casis bintara polri di depan kantor polda sulsel. Senin, 02/03/26
Massa terlihat membentang spanduk yang bertuliskan segera PTDH Akp Syaharuddin dan tangkap mafia casis polri
Yayat, jenderal lapangan, mengungkapkan rasa kecewa terhadap progres penanganan perkara di polda sulsel
“Aksi kami ini bentuk kecewa terhadap kinerja polda sulsel terkait kasus yang kami kawal yakni dugaan calo casis yang melibatkan oknum polri”. Pungkas yayat
Lanjutnya, kasus ini sudah berjalan mulai di bulan oktober 2025 hingga saat ini belum ada progres tegas yang kami lihat
Unjuk rasa sempat berjalan tidak kondusif saat massa mencoba memblokade jalan didepan kantor polda sulsel
Kata yayat, kami ini sangat prihatin terhadap internal polda sulsel yang dinilai tumpul menangani oknum polisi yang diduga melawan hukum. Inilah bentuk kesal dan kecewa kami
Selang beberapa lama, pihak dari propam polda sulsel keluar menemui massa aksi untuk berdiskusi terkait tuntutan yang di suarakan
Yayat, menyapaikan, tidak ada alasan lagi untuk akp syaharuddin tidak di lakukan PTDH karena telah mencoreng nama baik institusi polri
“Hari ini kami ingin pertegas da berikan ultimatum kepada polda agar segera mengambil langkah tegas yaitu PTDH Oknum Bermasalah”. Tegasnya
Perwakilan propam merespon permintaan massa aksi yang tak henti-hentinya berorasi soal progres penanganan kasus dugaan sindikat calo casis polri
“Ingat kata saya, maret ini akan segera di lakukan sidang dan kami akan mengajukan tututan untuk PTDH Akp Syaharuddin”. Ucapnya
Yayat, dalam orasinya menyampaikan pula bahwa selain tindakan tegas terhadap seluruh terduga pelaku, ada korban yang patut di perhatikan
“Kita jangan hanya fokus pada satu pihak yakni terduga pelaku, kita mesti juga memikirkan nasib korban yang mengalami kerugian nominal uang yang fantastis”. Tuturnya
Orator lainnya juga mempertegas untuk kembali melakukan unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak dari hari ini bila satu minggu kedepan tidak ada progres jelas penanganan
“Kami beri waktu maksimal 1 minggu, jika tidak ada kepastian untuk laporan korban, tentu polda sulsel sulsel akan menjadi lautan massa aksi”. Tutupnya
Yayat Aliansi Pemuda dan Rakyat Sulsel


