Bantaeng – bidikterkini.com | 1 desember 2025 Banjir yang kembali menghantam Kabupaten Bantaeng menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah. Situasi ini memicu reaksi tajam dari Wawan Copel, Bendahara Umum Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) sekaligus Demisioner Ketua SEMMI Cabang Bantaeng 2023–2024. Ia menilai bahwa pemerintah telah gagal membaca, mengelola, dan mengantisipasi ancaman bencana yang sebenarnya sudah berulang bertahun-tahun.

Menurut Wawan, banjir yang terus menerjang tidak terjadi begitu saja. Baginya, ini adalah akumulasi dari kelalaian, lemahnya visi ekologis, hingga buruknya pengawasan tata ruang di Bantaeng. Ia menyebut bahwa pemerintah terlalu sibuk membungkus Bantaeng dengan pencitraan, sementara warga justru berkali-kali terendam lumpur kebijakan yang tak tuntas.
“Jika pemerintah masih berani menggaungkan slogan ‘Bantaeng Bangkit’, itu hanya terdengar seperti candaan pahit bagi masyarakat. Yang masyarakat rasakan bukan bangkit—tapi tenggelam. Maka sejujurnya, label yang paling sesuai hari ini adalah ‘Bantaeng Banjir’,” tegas Wawan.
Ia mempertanyakan komitmen pemerintah daerah yang menurutnya lebih memilih berbicara manis di permukaan ketimbang menuntaskan persoalan akar—mulai dari rusaknya daerah aliran sungai, alih tak terkendali, hingga minimnya program mitigasi bencana yang konkret. Wawan menilai pemerintah hanya hadir ketika kamera dinyalakan, bukan ketika langkah-langkah pencegahan harus dikerjakan.
“Bencana ini bukan turun dari langit tanpa peringatan. Ini akibat dari pembiaran. Dan pembiaran adalah bentuk kegagalan,” ujarnya tajam.
Wawan menekankan bahwa masyarakat Bantaeng terlalu sering dijadikan korban dari pola kepemimpinan yang lebih mengutamakan seremoni daripada solusi. Menurutnya, jika pemerintah tidak mampu membuktikan kerja nyata, maka mereka seharusnya berani mengakui kekurangan, bukan terus bersembunyi di balik dalih cuaca ekstrem.
“Kita butuh pemimpin yang berani turun menyentuh akar masalah, bukan pemimpin yang hanya rajin membuat narasi. Kalau pemerintah terus abai, maka sejarah akan mencatat: bukan hujan yang menjadi musuh masyarakat Bantaeng, tetapi ketidakseriusan pemerintahnya sendiri,” tutup Wawan
#wawan


