Close Menu
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mei 14, 2026

Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam

Mei 13, 2026

Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5

Mei 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam
  • Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5
  • Rehabilitasi 15 Jembatan di Aceh Utara, Kabid Bina Marga “Tak Tau”
  • Proyek Revitalisasi SD/SMP di Aceh Utara Diduga Tidak Transparan
  • Mantan Geusyik Lhok Pu’uk Dilaporkan ke Polres Aceh Utara atas Dugaan Penghinaan
  • Nasi yang Basi Digoreng Lagi: Character Assassination Terhadap Bupati Aceh Timur
  • Pupuk Bersubsidi Jenis Urea Merah Diturunkan dari Tronton ke Dam Truk Kuning di Lhoknibong, Aceh Timur: Ada Apa?
Facebook X (Twitter) Instagram
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
Demo
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN
Home»OPINI»Pilkada Tidak Langsung: Efisiensi Anggaran atau Kemunduran Demokrasi?
OPINI

Pilkada Tidak Langsung: Efisiensi Anggaran atau Kemunduran Demokrasi?

AdminBy AdminJanuari 11, 2026Tidak ada komentar84 Views
WhatsApp Facebook Email Twitter Telegram
Share
WhatsApp Facebook Telegram Twitter

Nasional – bidikterkini.com | Gagasan Pilkada yang dipilih oleh DPR dengan dalih efisiensi anggaran serta maraknya praktik politik uang di lapangan merupakan sesuatu yang wajar untuk dibahas dalam ruang diskusi publik. Realitas politik menunjukkan bahwa dalam sistem pemilihan langsung, biaya politik memang sangat mahal. Kondisi ini mendorong sebagian kandidat untuk menempuh jalan pintas melalui politik uang demi meraup suara. Akibatnya, kontestasi politik tidak lagi bertumpu pada adu ide dan gagasan, melainkan sekadar pertarungan isi tas. Debat kandidat pun sering kali hanya menjadi tontonan formalitas tanpa dampak substantif.

Namun demikian, pemilihan tidak langsung bukanlah solusi mutlak atas persoalan tersebut. Mengubah sistem dari pemilihan langsung ke tidak langsung tidak serta-merta menghilangkan praktik politik uang. Sebaliknya, sistem ini justru membuka ruang baru bagi lobi dan kompromi politik di balik pintu tertutup lebih elit, lebih senyap, dan semakin jauh dari pengawasan publik.

Dengan kata lain, yang berubah hanyalah mekanisme, bukan substansi. Tujuan utama reformasi sistem yakni menciptakan pemimpin yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan rakyat belum tentu tercapai. Tidak ada jaminan bahwa kandidat yang dipilih oleh DPR tidak akan bermain politik uang. Bahkan, potensi politik balas budi justru semakin besar. Kepala daerah berisiko lebih mengutamakan kepentingan wakil rakyat dan partai politik yang memilihnya, ketimbang kepentingan masyarakat luas.

Jika pemilihan tidak langsung tetap dipaksakan untuk dijalankan, maka sudah semestinya syarat dan standar bagi anggota DPR juga ditinjau ulang secara serius. Terutama terkait standar pendidikan dan kapasitas intelektual. Idealnya, anggota DPRD kabupaten/kota minimal berpendidikan Sarjana (S1), DPRD provinsi minimal Magister (S2), dan DPR RI Doktor (S3). Selain itu, mereka wajib mengikuti uji kelayakan dan kepatutan yang disaksikan secara terbuka oleh masyarakat.

Mengapa standar pendidikan penting? Karena merekalah yang menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Mereka menyusun undang-undang dan menentukan arah kebijakan negara. Fungsi strategis ini menuntut kapasitas berpikir, kemampuan analisis, dan integritas intelektual—bukan sekadar kekuatan finansial.

Apakah standar pendidikan menjamin seseorang akan menjalankan tugasnya dengan baik? Tentu tidak sepenuhnya. Dan apakah mereka yang tidak berpendidikan tinggi pasti gagal menjalankan fungsinya? Juga tidak. Namun, pendidikan setidaknya dapat dijadikan standar awal untuk mengisi posisi-posisi strategis dalam penyelenggaraan negara.

Penolakan sebagian masyarakat terhadap pemilihan tidak langsung juga tidak bisa dianggap sekadar resistensi emosional. Ada kekhawatiran rasional bahwa perubahan ini bisa menjadi pintu masuk bagi agenda yang lebih besar. Bukan tidak mungkin, setelah kepala daerah dipilih oleh DPR, kelak muncul wacana bahwa Presiden pun tidak lagi dipilih langsung oleh rakyat, dengan alasan efisiensi anggaran yang sama.

Apakah hal tersebut bisa terjadi? Sangat mungkin. Sebagian masyarakat sudah cukup khatam dengan pola-pola perubahan kebijakan yang dilakukan secara bertahap namun sistematis. Oleh karena itu, kewaspadaan publik bukanlah bentuk penolakan terhadap perubahan, melainkan upaya menjaga substansi demokrasi agar tidak terkikis atas nama efisiensi semata.

(*)

Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
Admin
  • Website

Related Posts

Dr. H. Alimuddin Sampaikan Ucapan Idul Fitri, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi

Maret 24, 2026

Aktivis Muda NTT Martinus Jaha Bara Tolak Keras Rencana Merumahkan 9.000 PPK di NTT

Maret 3, 2026

Tudingan Ketua PWI Aceh Besar, Jufrizal Alias Coy Wartawan Terhadap Oknum Wartawan Pemeras Dinilai Rekayasakan Opini Untuk Melindungi Oknum Pejabat Bermasalah

Desember 21, 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

MAHADIPA dan Tim Gabungan Temukan Korban Kedua di Gunung Bulusaraung

Januari 20, 2026522

Dugaan Makelar Proyek di PDAM Bantaeng, HPMB 1952 Minta Klarifikasi

Januari 11, 2026442

Buka Puasa Pilih-Pilih Wartawan, PHE NSO Dihujani Kritik: Polda Aceh Diminta Audit Anggaran Publikasi Ratusan Juta.

Maret 11, 2026400

Dua bulan belum terima gaji, ratusan Petugas lapangan Dinas Lingkungan Hidup KOTA MAKASSAR (DLH) Rabu 11 FEBBUARI 2026

Februari 11, 2026388
Don't Miss
Breaking news

By AdminMei 14, 20260

Makassar – bidikterkini.com | Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H.,…

Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam

Mei 13, 2026

Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5

Mei 13, 2026

Rehabilitasi 15 Jembatan di Aceh Utara, Kabid Bina Marga “Tak Tau”

Mei 13, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

DIRGAHAYU RI KE 80
Kategori
  • #POLDA Sulsel
  • ACEH
  • Aceh Besar
  • ACEH TIMUR
  • Aceh Utara
  • Artikel
  • Bakti Sosial
  • Banda Aceh
  • Bantaeng
  • BERITA
  • Berita Desa
  • Berita Viral
  • BPK RI
  • Breaking news
  • Deli Serdang
  • Dinas Pendidikan
  • Dinas Perhubungan Makassar
  • DINAS PERTANIAN
  • Disdik Kota Makassar
  • DPRD Makassar
  • DUNIA
  • HUKUM
  • Kabupaten Bone
  • Kabupaten Gowa
  • Kabupaten Maros
  • Karnaval
  • Kejati Sulsel
  • Kemendikbud RI
  • Kemenhumham Sulsel
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Mabes Polri
  • Medan
  • Media & Culture
  • Narkoba
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • Ormas
  • Pemerintahan
  • Pemkab Jeneponto
  • Pemkab Maros
  • Pemkab Pangkep
  • Pemkab Pinrang
  • Pemkab Toraja Utara
  • Pemkot Makassar
  • PENDIDIKAN
  • Pengadilan Negeri Niaga Makassar
  • PERISTIWA
  • Pertambangan
  • Pertanian
  • Polda Aceh
  • Polda Aceh Timur
  • Polda Sumut
  • POLITIK
  • Polres Bantaeng
  • Polres Bone
  • Polres Bulukumba
  • Polres Gowa
  • Polres Pare-pare
  • Polres Pelabuhan Makassar
  • Polres Pinrang
  • Polres Sinjai
  • Polrestabes Aceh Timur
  • Polrestabes Makassar
  • Polrestabes Medan
  • Polri
  • Pomala
  • PT. PELNI
  • PUPR Aceh Timur
  • Skincare
  • SOROTAN
  • Sulawesi Utara
  • Sumatra Utara
  • TNI
  • TNI – POLRI
  • Uncategorized
PENERBIT
PENERBIT

PT. ICHIRO TRANS MULTIMEDIA
Alamat Redaksi : Jln. Labu 3 No. 45 wawandula kec. Towuti Kab.Luwuk Timur Sulawesi Selatan Tlp.08888707711

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Our Picks

Mei 14, 2026

Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam

Mei 13, 2026

Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5

Mei 13, 2026
Most Popular

MAHADIPA dan Tim Gabungan Temukan Korban Kedua di Gunung Bulusaraung

Januari 20, 2026522

Dugaan Makelar Proyek di PDAM Bantaeng, HPMB 1952 Minta Klarifikasi

Januari 11, 2026442

Buka Puasa Pilih-Pilih Wartawan, PHE NSO Dihujani Kritik: Polda Aceh Diminta Audit Anggaran Publikasi Ratusan Juta.

Maret 11, 2026400
© 2026 Bidik Terkini by ASNUR.
  • REDAKSI
  • MEDIA SIBER
  • TENTANG KAMI

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.