ACEH TIMUR – bidikterkini.com | 17 Agustus 2026. Polemik dugaan pungutan dana dari kalangan tenaga pendidik melebar di tiga kecamatan sekaligus: Madat, Simpang Ulim, dan Pante Bidari. Sejumlah guru mengeluhkan adanya pemungutan uang sebesar Rp100.000 per orang yang dikoordinir melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dengan alasan untuk membiayai peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Pungutan ini menyasar seluruh tenaga pendidik, baik Guru PNS maupun Guru Honorer di lingkungan SD se-tiga kecamatan tersebut. “Surat edarannya disampaikan lewat sekolah, katanya untuk kegiatan 17 Agustus tingkat kecamatan,” ungkap salah satu guru yang minta namanya dirahasiakan.
Dengan jumlah guru mencapai ratusan orang, total dana yang terkumpul ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Hingga kini belum ada kejelasan dasar hukum maupun petunjuk resmi dari Dinas Pendidikan terkait pemungutan ini. Para guru mendukung semangat kemerdekaan, namun menuntut transparansi dan pertanggungjawaban yang jelas.
Terkait hal ini, saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon dan WhatsApp, Kepala SMPN 1 Lhok Nibong sekaligus Ketua Panitia Perayaan HUT RI Pante Bidari, Hasan Basri, justru menjawab dengan nada tinggi: “Jika menurut kalian itu benar, ya sudah tidak apa-apa, naikkan saja,” ujar Hasan Basri mematikan konfirmasi.
Di sisi lain, saat dimintai tanggapan terkait dugaan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Bustami, hanya menjawab singkat dalam bahasa Aceh: “Get bang, lon mita info yang mendetil” (Tunggu sebentar bang, saya minta informasi yang rinci).
Sampai berita ini diturunkan, awak media masih terus berupaya meminta tanggapan resmi yang lebih jelas dari perwakilan K3S, Camat terkait, serta memastikan kebenaran informasi demi kejelasan bagi masyarakat luas.
Bidikterkini.com akan terus memantau perkembangan kasus ini.
Laporan/Penulis: Saifuddin Ismail alias Saiful – Bidikterkini.com

