Close Menu
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Keluhan Penumpang Lion air di Bandara Hasanuddin Makassar, Ditolak Masuk Meski Pesawat Masih Parkir

Juli 21, 2026

Warga Ereng-Ereng Bantaeng Tanam Pohon di Jalan Rusak, Kecewa Janji Pemkab

Juli 21, 2026

Konfirmasi Proyek Revitalisasi Rp3,6 Miliar, Awak Media Sayangkan Sikap Emosional Kepala SMPN 6 Baktiya

Juli 20, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Keluhan Penumpang Lion air di Bandara Hasanuddin Makassar, Ditolak Masuk Meski Pesawat Masih Parkir
  • Warga Ereng-Ereng Bantaeng Tanam Pohon di Jalan Rusak, Kecewa Janji Pemkab
  • Konfirmasi Proyek Revitalisasi Rp3,6 Miliar, Awak Media Sayangkan Sikap Emosional Kepala SMPN 6 Baktiya
  • REVITALISASI SMP NEGERI 6 BAKTIYA: DANA RP 3,6 MILIAR CAIR APRIL-MEI, TARGET 150 HARI KINI DIPERTANYAKAN REALISASINYA
  • Warga Keluhkan Tebang Pilih Penertiban Parkir Liar di Makassar: Jalan Sulawesi Hingga Veteran Nyaris Tak Tersentuh
  • Diduga Arena Sabung Ayam di Desa Ngroto Masih Beroperasi, Warga Desak Polres Batu Bertindak Tegas
  • Kepsek SMPN 2 Takengon Dilaporkan ke Kejari, Dugaan Penyelewang Revitalisasi
  • Korban Dugaan Pemerkosaan di Bireuen Resmi Lapor ke Polres, Ada Janji Nikahi
Facebook X (Twitter) Instagram
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
Demo
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN
Beranda » Pilkada Tidak Langsung: Efisiensi Anggaran atau Kemunduran Demokrasi?
OPINI

Pilkada Tidak Langsung: Efisiensi Anggaran atau Kemunduran Demokrasi?

AdminBy AdminJanuari 11, 2026Tidak ada komentar84 Views
WhatsApp Facebook Email Twitter Telegram
Share
WhatsApp Facebook Telegram Twitter

Nasional – bidikterkini.com | Gagasan Pilkada yang dipilih oleh DPR dengan dalih efisiensi anggaran serta maraknya praktik politik uang di lapangan merupakan sesuatu yang wajar untuk dibahas dalam ruang diskusi publik. Realitas politik menunjukkan bahwa dalam sistem pemilihan langsung, biaya politik memang sangat mahal. Kondisi ini mendorong sebagian kandidat untuk menempuh jalan pintas melalui politik uang demi meraup suara. Akibatnya, kontestasi politik tidak lagi bertumpu pada adu ide dan gagasan, melainkan sekadar pertarungan isi tas. Debat kandidat pun sering kali hanya menjadi tontonan formalitas tanpa dampak substantif.

Namun demikian, pemilihan tidak langsung bukanlah solusi mutlak atas persoalan tersebut. Mengubah sistem dari pemilihan langsung ke tidak langsung tidak serta-merta menghilangkan praktik politik uang. Sebaliknya, sistem ini justru membuka ruang baru bagi lobi dan kompromi politik di balik pintu tertutup lebih elit, lebih senyap, dan semakin jauh dari pengawasan publik.

Dengan kata lain, yang berubah hanyalah mekanisme, bukan substansi. Tujuan utama reformasi sistem yakni menciptakan pemimpin yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan rakyat belum tentu tercapai. Tidak ada jaminan bahwa kandidat yang dipilih oleh DPR tidak akan bermain politik uang. Bahkan, potensi politik balas budi justru semakin besar. Kepala daerah berisiko lebih mengutamakan kepentingan wakil rakyat dan partai politik yang memilihnya, ketimbang kepentingan masyarakat luas.

Jika pemilihan tidak langsung tetap dipaksakan untuk dijalankan, maka sudah semestinya syarat dan standar bagi anggota DPR juga ditinjau ulang secara serius. Terutama terkait standar pendidikan dan kapasitas intelektual. Idealnya, anggota DPRD kabupaten/kota minimal berpendidikan Sarjana (S1), DPRD provinsi minimal Magister (S2), dan DPR RI Doktor (S3). Selain itu, mereka wajib mengikuti uji kelayakan dan kepatutan yang disaksikan secara terbuka oleh masyarakat.

Mengapa standar pendidikan penting? Karena merekalah yang menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Mereka menyusun undang-undang dan menentukan arah kebijakan negara. Fungsi strategis ini menuntut kapasitas berpikir, kemampuan analisis, dan integritas intelektual—bukan sekadar kekuatan finansial.

Apakah standar pendidikan menjamin seseorang akan menjalankan tugasnya dengan baik? Tentu tidak sepenuhnya. Dan apakah mereka yang tidak berpendidikan tinggi pasti gagal menjalankan fungsinya? Juga tidak. Namun, pendidikan setidaknya dapat dijadikan standar awal untuk mengisi posisi-posisi strategis dalam penyelenggaraan negara.

Penolakan sebagian masyarakat terhadap pemilihan tidak langsung juga tidak bisa dianggap sekadar resistensi emosional. Ada kekhawatiran rasional bahwa perubahan ini bisa menjadi pintu masuk bagi agenda yang lebih besar. Bukan tidak mungkin, setelah kepala daerah dipilih oleh DPR, kelak muncul wacana bahwa Presiden pun tidak lagi dipilih langsung oleh rakyat, dengan alasan efisiensi anggaran yang sama.

Apakah hal tersebut bisa terjadi? Sangat mungkin. Sebagian masyarakat sudah cukup khatam dengan pola-pola perubahan kebijakan yang dilakukan secara bertahap namun sistematis. Oleh karena itu, kewaspadaan publik bukanlah bentuk penolakan terhadap perubahan, melainkan upaya menjaga substansi demokrasi agar tidak terkikis atas nama efisiensi semata.

(*)

Post Views: 103
Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
Admin
  • Website

Related Posts

Dr. H. Alimuddin Sampaikan Ucapan Idul Fitri, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi

Maret 24, 2026

Aktivis Muda NTT Martinus Jaha Bara Tolak Keras Rencana Merumahkan 9.000 PPK di NTT

Maret 3, 2026

Tudingan Ketua PWI Aceh Besar, Jufrizal Alias Coy Wartawan Terhadap Oknum Wartawan Pemeras Dinilai Rekayasakan Opini Untuk Melindungi Oknum Pejabat Bermasalah

Desember 21, 2025
Leave A Reply Cancel Reply

PASANG IKLAN
Top Posts

ORMAS Elang Timur Indonesia Desak Kadisdik Copot Kepsek SMA Negeri 1 Makassar, Dugaan Ada Siswa Siluman SPMB

Juli 16, 2026122

Kadus Arogan, Keuchik Menghindar, ‘Pak Cek’ MNS Diduga Intimidasi Wartawan bedikterkini.com

Juni 6, 202639

OKNUM KADUS BUKET KARENG BERANI ANCAM WARTAWAN: “JANGAN SAMPAI PIHAK HUKUM DATANG KE RUMAHMU”

Juni 11, 202639

25 kades Dan Muspika Idi Tunong Turun Langsung Membantu Perbaikan Jalan lintas Kecamatan

Februari 25, 20256
Don't Miss
SOROTAN

Keluhan Penumpang Lion air di Bandara Hasanuddin Makassar, Ditolak Masuk Meski Pesawat Masih Parkir

By AdminJuli 21, 20260

MAKASSAR, BIDIKTERKINI.COM | Keluhan terhadap pelayanan maskapai penerbangan Lion Air kembali mencuat. Seorang penumpang meluapkan…

Warga Ereng-Ereng Bantaeng Tanam Pohon di Jalan Rusak, Kecewa Janji Pemkab

Juli 21, 2026

Konfirmasi Proyek Revitalisasi Rp3,6 Miliar, Awak Media Sayangkan Sikap Emosional Kepala SMPN 6 Baktiya

Juli 20, 2026

REVITALISASI SMP NEGERI 6 BAKTIYA: DANA RP 3,6 MILIAR CAIR APRIL-MEI, TARGET 150 HARI KINI DIPERTANYAKAN REALISASINYA

Juli 20, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Kategori
  • #POLDA Sulsel
  • ACEH
  • Aceh Besar
  • ACEH TIMUR
  • Aceh Utara
  • Artikel
  • Bakti Sosial
  • Banda Aceh
  • Bantaeng
  • BERITA
  • Berita Desa
  • Berita Viral
  • BPK RI
  • Breaking news
  • Deli Serdang
  • Dinas Pendidikan
  • Dinas Perhubungan Makassar
  • DINAS PERTANIAN
  • Disdik Kota Makassar
  • DPRD Makassar
  • DUNIA
  • HUKUM
  • Kabupaten Bone
  • Kabupaten Gowa
  • Kabupaten Maros
  • Karnaval
  • Kejati Sulsel
  • Kemendikbud RI
  • Kemenhumham Sulsel
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Mabes Polri
  • Makassar
  • Medan
  • Media & Culture
  • Narkoba
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • Ormas
  • Pemerintahan
  • Pemkab Jeneponto
  • Pemkab Maros
  • Pemkab Pangkep
  • Pemkab Pinrang
  • Pemkab Toraja Utara
  • Pemkot Makassar
  • PENDIDIKAN
  • Pengadilan Negeri Niaga Makassar
  • PERISTIWA
  • Pertambangan
  • Pertanian
  • Polda Aceh
  • Polda Aceh Timur
  • Polda Sumut
  • POLITIK
  • Polres Bantaeng
  • Polres Bone
  • Polres Bulukumba
  • Polres Gowa
  • Polres Pare-pare
  • Polres Pelabuhan Makassar
  • Polres Pinrang
  • Polres Sinjai
  • Polrestabes Aceh Timur
  • Polrestabes Makassar
  • Polrestabes Medan
  • Polri
  • Pomala
  • PT. PELNI
  • PUPR Aceh Timur
  • Skincare
  • SOROTAN
  • Sulawesi Utara
  • Sumatra Utara
  • TNI
  • TNI – POLRI
  • Uncategorized
PENERBIT
PENERBIT

PT. ICHIRO TRANS MULTIMEDIA
Alamat Redaksi : Jln. Labu 3 No. 45 wawandula kec. Towuti Kab.Luwuk Timur Sulawesi Selatan Tlp.08888707711

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Our Picks

Keluhan Penumpang Lion air di Bandara Hasanuddin Makassar, Ditolak Masuk Meski Pesawat Masih Parkir

Juli 21, 2026

Warga Ereng-Ereng Bantaeng Tanam Pohon di Jalan Rusak, Kecewa Janji Pemkab

Juli 21, 2026

Konfirmasi Proyek Revitalisasi Rp3,6 Miliar, Awak Media Sayangkan Sikap Emosional Kepala SMPN 6 Baktiya

Juli 20, 2026
Most Popular

ORMAS Elang Timur Indonesia Desak Kadisdik Copot Kepsek SMA Negeri 1 Makassar, Dugaan Ada Siswa Siluman SPMB

Juli 16, 2026122

Kadus Arogan, Keuchik Menghindar, ‘Pak Cek’ MNS Diduga Intimidasi Wartawan bedikterkini.com

Juni 6, 202639

OKNUM KADUS BUKET KARENG BERANI ANCAM WARTAWAN: “JANGAN SAMPAI PIHAK HUKUM DATANG KE RUMAHMU”

Juni 11, 202639
© 2026 Bidik Terkini by ASNUR.
  • REDAKSI
  • MEDIA SIBER
  • TENTANG KAMI

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.