Majene – bidikterkini.com | Kelompok nelayan yang ada di pesisir sungai meneje DS kasano mengeluhkan adanya limbah yang dibuang di sungai. Dimana yang dulunya warga setempat mereka mencari nafkah lewat sungai tersebut
Dari penelusuran awak media melalui via WhatsApp, warga sungai Majene di DS kasano kecamatan Baras kabupaten Pasangkayu Sulawesi barat mengeluhkan akan adanya limbah yang di buang ke sungai karena terdampak ke mata pencaharian warga setempat.

Salah satu warga melalui via WhatsApp mengatakan. ” Dulu sungai ini sangat kaya akan ikan seperti, kerang,kasamba, tude,ikan patagang Lando, ikan kanja ikan sidat masapi, ikan gabus ikan lele ikan kandia, dan lain. Namun semenjak limbah PT. Palma di buang ke sungai hampir semua jenis ikan tiap harinya mati dan itu membuat mata pencaharian kami hilang ” jelasnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, ” Ironisnya kejadian ini sudah terjadi dari tahun 2021 hingga saat ini dan itu membuat kami hilang mata pencaharian. Lebih menyedihkan lagi tidak ada sama sekali dari instansi terkait yang melakukan pengawasan ataupun tindakan kepada PT. Palma dan itu sangat meresahkan kami para nelayan pesisir, karena setiap hari ikan terlihat mengapung dan mati ” ungkapannya.
” Kami berharap dari pemerintah untuk melakukan tindakan keras dan melakukan pengawasan kepada PT. Palma terkait limbahnya yang di buang ke sungai. ” Ungkapnya.

” Kami tidak mungkin akan terus terusan begini ikan pada mati, air sungai sudah menjadi hitam dan membuat gatal-gatal dan bau air sungai juga sudah bau busuk akibat limbah yang dibuang ke sungai. Kami warga pesisir sungai sangat resah karena kami tidak ada lagi mata pencaharian, ” imbuhnya.
Terlihat foto yang dikirimkan dari warga setempat ikan yang mati akibat limbah di hulu sungai hingga hilir dan kejadian itu terjadi hingga saat ini.
*Red)*


