ACEH TIMUR — bidikterkini.com | Sikap transparan PT Medco E&P Malaka, pengelola Blok A di Aceh Timur, mendadak jadi sorotan hangat insan pers. Perusahaan ini dinilai menerapkan standar ganda dalam membangun kemitraan dengan awak media lokal.
Pasalnya, saat jurnalis membutuhkan klarifikasi resmi untuk pemberitaan berimbang, pihak Humas Medco kerap bungkam. Namun di sisi lain, perusahaan justru memboyong sejumlah wartawan tertentu untuk berkunjung ke Medan, Sumatera Utara.
Pesan Konfirmasi Selalu Diabaikan
Upaya konfirmasi yang berulang kali dilakukan jurnalis sering kali tak berbalas. Penulis sendiri telah menghubungi Humas PT Medco E&P Malaka, Rahmat Idris, melalui pesan WhatsApp maupun telepon. Namun, hingga berita ini ditayangkan, seluruh upaya konfirmasi tersebut tidak mendapat tanggapan.
Sikap tertutup ini menghambat kerja jurnalistik yang mengedepankan asas keberimbangan (cover both sides).
Ke Medan di Tengah Minimnya Transparansi
Dugaan penganaktirian media semakin kuat pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Beredar informasi bahwa sejumlah awak media di Aceh Timur—khususnya dari organisasi pers tertentu—diberangkatkan oleh PT Medco ke Medan.
Langkah ini langsung memicu gelombang kritik dari jurnalis lain yang merasa diabaikan.
“Ada apa sebenarnya? Saat kami butuh konfirmasi informasi resmi, malah diacuhkan. Tapi sebagian rekan wartawan tiba-tiba diajak ke Medan. Apakah ini bentuk kemitraan yang selektif?” ujar salah satu wartawan Aceh Timur yang enggan disebutkan namanya.
Tuntutan Kemitraan yang Adil dan Transparan
Fenomena ini memperkuat persepsi publik bahwa PT Medco E&P Malaka cenderung tebang pilih. Perusahaan disinyalir hanya merangkul pihak tertentu, sementara media yang kritis justru dijauhi.
Para jurnalis Aceh Timur mendesak PT Medco E&P Malaka untuk mengubah pola komunikasinya. Kemitraan yang sehat harus dibangun atas dasar kesetaraan, transparansi, dan rasa saling menghormati tanpa membedakan media mana pun.
Laporan: Saiful Ismail SF (Pon)
Koordinator Liputan Provinsi Aceh


