ACEH TIMUR — bidikterkini.com | Langkah PT Medco E&P Malaka mengundang sejumlah wartawan asal Aceh Timur ke Medan pada Rabu (28/10/2026) menuai tanda tanya besar. Dugaan kuat menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan upaya untuk meredam sorotan publik terkait insiden suara gemuruh dan asap tebal di Blok A.
Setiap organisasi pers diminta mengirimkan dua perwakilan dengan alasan edukasi serta agenda media tahunan. Rombongan diberangkatkan hari ini dan dijadwalkan mengikuti kegiatan pada 29–30 Oktober 2026 di Hotel Four Points, Medan.
Insiden 16 Oktober: Warga Panik dan Dengar Gemuruh Dahsyat
Sebelumnya, pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 10.40 WIB, warga sekitar tambang Blok A Kecamatan Blang Nisam digegerkan oleh suara gemuruh menggelegar. Selain suara keras, kepulan asap tebal tampak membubung tinggi dari fasilitas Central Processing Plant (CPP) sehingga memicu kepanikan warga.
Akibat kejadian tersebut, murid-murid di SD Blang Nisam menangis histeris karena ketakutan. Sementara itu, sejumlah ibu rumah tangga berhamburan keluar rumah karena khawatir akan timbul ledakan besar.
Pihak perusahaan memberikan penjelasan terkait insiden ini. Senior Manager Komunikasi Medco, Leony Levlin, menyatakan bahwa peristiwa tersebut hanyalah gangguan pada sistem pembakaran gas pengaman (flare). Pihaknya menegaskan kondisi lokasi telah kembali normal.
Penjelasan Perusahaan Dinilai Menutup-nutupi Fakta
Meskipun demikian, warga menilai klarifikasi dari manajemen Medco terlalu dangkal dan terkesan menutup-nutupi kondisi sebenarnya. Tokoh pemuda Desa Blang Nisam, Syahril, menegaskan bahwa warga berhak mendapatkan jaminan keselamatan dan transparansi informasi dari perusahaan.
“Saat kejadian, anak-anak sekolah menangis dan ibu-ibu lari keluar rumah. Oleh karena itu, jangan dijawab dengan ringan bahwa kondisi sudah normal,” ujar Syahril.
Ia menambahkan, masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tambang berhak tahu zat kimia apa yang terhirup, sejauh mana risiko bahaya ledakan, serta bagaimana jaminan keselamatan bagi keluarga mereka.
Humas Medco Bungkam Saat Dikonfirmasi
Sementara itu, saat awak media mencoba mengonfirmasi dugaan bahwa agenda ke Medan bertujuan meredam isu gemuruh tersebut, pihak humas justru memilih bungkam. Rahmad selaku Humas PT Medco E&P Malaka tidak memberikan tanggapan dan mengabaikan pesan konfirmasi via WhatsApp.
Oleh sebab itu, sikap tidak terbuka ini semakin memperkuat asumsi masyarakat dan insan pers. Warga kini menuntut penjelasan yang transparan, terperinci, dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar pernyataan formalitas yang mengabaikan hak keselamatan warga setempat.
Penulis: Saiful Ismail SF (Pon)
Editor : Pemred


