SINJAI —BidikTerkinicom, Seorang wartawan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, diduga mengalami intimidasi hingga ancaman kekerasan saat menjalankan tugas jurnalistik meliput kondisi antrean BBM subsidi di SPBU Alenangka, Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.
Korban diketahui bernama Muh. Said Mattoreang, Kepala Biro Media Tindak sekaligus Bendahara Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) Kabupaten Sinjai. Saat itu, ia tengah melakukan peliputan terkait dugaan praktik pelangsiran BBM subsidi jenis Pertalite di area SPBU tersebut.
Setelah mengambil dokumentasi di lokasi, korban kemudian meninggalkan kawasan SPBU. Namun situasi berubah tegang ketika sekitar delapan orang yang diduga terkait dengan aktivitas di lokasi tersebut membuntuti korban sejauh kurang lebih tiga kilometer dari area SPBU.
Aksi pembuntutan itu berujung pada upaya penghadangan di jalan. Korban bahkan sempat dipegang pada kedua tangannya oleh sejumlah orang, yang memicu ketakutan dan diduga mengarah pada upaya pengeroyokan. Beruntung, korban berhasil menghindari eskalasi kekerasan lebih lanjut.
Ketua DPD IWO-I Sinjai, Tamrin Andi Senge, mengecam keras peristiwa tersebut. Ia menilai tindakan itu merupakan bentuk intimidasi serius terhadap kerja jurnalistik, apalagi wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjamin kemerdekaan pers dan keselamatan wartawan saat menjalankan tugas.
Tamrin mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini tanpa tebang pilih. Ia menegaskan pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Polres Sinjai agar pelaku yang terlibat dapat diproses sesuai hukum dan memberi efek jera.
Selain itu, ia juga meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi di tingkat SPBU. Pasalnya, di sejumlah daerah termasuk kabupaten kecil, masyarakat kerap kesulitan mendapatkan Pertalite maupun Solar, sementara BBM subsidi justru ditemukan dijual secara eceran di luar SPBU dengan harga melonjak hingga Rp19.000 per liter dari harga resmi sekitar Rp10.000 per liter.


