ACEH TIMUR_BidikTerkinicom, warga Desa Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, masih belum menerima bantuan yang memadai setelah 4 bulan pasca bencana banjir di wilayah tersebut. (Senin, 6 April 2026)
Bantuan yang diberikan dari pemerintah pusat, maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Timur, bagi warga yang terdampak bencana alam di wilayah kecamatan Pante Bidari Desa Seuneubok Saboh, 183 warga yang rumahnya hancur akibat bencana alam, yang terjadi musibah banjir itu pada hari Kamis tanggal 27 November 2025.
Rumah-rumah warga banyak yang hancur, hilang, ada yang rusak berat, dan sebagian lagi rusak sedang. Setelah dilakukan pendataan, hasilnya yang keluar 183 warga yang layak menerima huntara (hunian sementara) dan huntap (hunian tetap). Dua hari kemudian, setelah dilakukan pendataan di desa, data warga dikirimkan ke kantor Camat Pante Bidari.
Ternyata, hasil yang keluar sangat berbeda dengan hasil pendataan di desa. Huntara yang dibangun cuma 49 unit hunian sementara yang dibangun di atas tanah warga masing-masing bagi yang mendapat rumah hunian sementara (huntara) yang dilengkapi dengan beberapa barang elektronik lainnya seperti kipas angin, kasur, tikar, karpet, dan kompor gas yang diberikan dari BNPB/BPBD.
Masih banyak warga lainnya yang belum mendapatkan bantuan seperti bantuan DTH atau rumah komunal, kepada 134 orang lagi warga desa yang masih membutuhkan bantuan untuk memulihkan kehidupan sehari-hari.
“Kami masih membutuhkan bantuan untuk memperbaiki rumah dan kami belum mendapatkan bantuan dari BNPB untuk kebutuhan sehari-hari,” kata salah satu warga, Seuneubok Saboh [Saifuddin Ismail alias Saipul].
Warga desa Seuneubok Saboh, tersebut mempertanyakan tentang bantuan (JADUP) yang disalurkan pada tahun 2026 tahap l awal, di salurkan kepada korban banjir di Aceh Timur yang dijanjikan pemerintah menurut informasi, di salurkan untuk data 25000 dua puluh lima ribu warga penerima tabap l awal yang diinput data dan difastilidasi (BPBD) kabupaten Aceh Timur untuk warga Seuneubok Saboh
Nama-nama calon penerima bantuan jadup, di tahap pertama ada 158 orang warga desa Seuneubok Saboh yang seharusnya menerima undangan (JADUP) awal tahap 1 ternyata di desa belum ada kejelasan sedikit pun dari perangkat desa maupun kepala desa. ungkap warga
“Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan bantuan (JADUP) Jaminan Jatah Hidup sementara itu warga bertanya ke perangkat bagaimana pak keuchik apakah kami menerima bantuan atau tidak,” kata salah satu warga (inisial Z & K,) kepada awak media ini.

Yang lebih mengejutkannya, lagi nama
Desa Seuneubok Saboh tidak masuk dalam data 25000 ribu warga penerima bantuan (JADUP) dari Kemensos RI, sehingga warga merasa tidak ada kepastian sampai saat ini dari kepala desa tentang bantuan (JADUP) yang disalurkan Menteri Sosial untuk korban yang rusak berat imbuhnya lagi kapan mereka menerima undangan bantuan (JADUP)
Pasalnya salah satu, Pemuda Pemerhatian Kebijakan, Masyarakat Gampong (Saifuddin Ismail alias Saipul SF) perwakilan dari warga penerima bantuan menanyakan lagi ke pada Pak Keuchik Seuneubok Saboh, sayangnya jawaban dari Pak Keuchik “data warga Seuneubok Saboh tidak diambil oleh BPBD” Kata Pak Keuchik,
Sebelumnya, Saipul SF, pada tanggal 30 Maret 2026, perwakilan warga Desa Seuneubok Saboh pernah menghubungi Camat Pante Bidari, Darkasyi SE, menanyakan soal data warga penerima bantuan (JADUP) jawaban dari Camat”data warga korban yang di kasih oleh pihak desa atau dikirim ke Kecamatan, dari Kecamatan sudah diteruskan juga ke Kabupaten, untuk informasi selanjutnya itu tolong tanyakan ke Kadis Sosial”.kata Camat Pante Bidari

Tidak Hanya di situ perwakilan dari warga Seuneubok Saboh, (SF) mencoba lagi untuk menghubungi, Ibu Saharini, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur, namun ibu Kadis Sosial, menjawab dengan penuh ikhlas mengenai data warga responnya sangat baik jawaban beliau adalah “coba adek tanyakan lagi sama “Pak Keuchik, agar di pastikan masuk data ke BPBD Aceh Timur, penerima bantuan (JADUP) pada penyaluran tahap 1 data warga Seuneubok Saboh, masuk dalam data 25000 ribu, soalnya itu data tahap 1 yang pertama diusulkan oleh Bupati”.
Setelah itu ada warga yang berinisial Z juga pernah menghubungi Kaur Pembangunan, Muzakir Walat, lewat via telpon WhatsApp menanyakan hal yang sama namun jawaban dari Pak kaur adalah kita “tidak menerima bantuan (JADUP) karena belum turun tim dari BNPB dan BPBD, maka tidak dapat bantuan JADUP dan tidak ada undangan”.
Wakil Menteri Pemberdayaan Kelompok Perempuan dan Anak, Ibu Veronika, pernah turun dan mengunjungi lansung desa Seuneubok Saboh, setelah kunjungan wamen Veronika datang, bantuan juga maraknya hilang
Masyarakat diterima “Wamen datang, namun bantuan pun maraknya hilang,” kata salah satu warga.
Wamen Veronica Pemberdayaan kelompok perempuan dan anak turun langsung ke desa Seuneubok Saboh, Wamen Veronika datang penerima bantuan maraknya, di hilangkan, ada apa sebenarnya..??
Sampai saat ini, sejumlah warga di desa Seuneubok Saboh masih menunggu kejelasan dari perangkat desa mengenai data penerima bantuan JADUP yang mereka butuhkan. Saat dikonfirmasi, kepala desa maupun perangkat lainnya tidak ada satu pun yang memberikan jawaban yang jelas kepada masyarakat [nama warga/nama perangkat desa].
Laporan: Reporter BidikTerkinicom Saipul Ismail SF Jurnalis


