ACEH TIMUR – bidikterkini.com | Pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi gedung MTsN 7 Darul Aman di Gampong Matang Geutoe, Kecamatan Darul Aman, kembali mendapat perhatian publik. Sejumlah awak media Aceh Timur bersama Tim Satgasus Badan Advokasi Indonesia (BAI) turun langsung ke lokasi guna melakukan pemantauan.
Dari hasil pantauan itu, tim menilai belum terlihat adanya papan informasi kegiatan proyek yang terpasang di lokasi hingga berita ini diterbitkan. Padahal, pemasangan papan informasi merupakan bagian dari keterbukaan informasi agar publik mengetahui sumber anggaran, pelaksana, hingga masa pekerjaan.
Salah seorang awak media yang turut berada di lapangan menyampaikan, pihaknya telah berupaya meminta pelaksana agar papan informasi dapat dipasang sesuai ketentuan. “Kami hanya meminta keterbukaan informasi publik. Ini kan proyek pemerintah, maka dari itu masyarakat berhak tahu,” ujarnya.
Selain itu, tim juga menyoroti standar keselamatan pekerja. Dalam pantauan, beberapa pekerja tampak belum sepenuhnya menggunakan alat keselamatan kerja yang menjadi standar K3.
“Idealnya semua pekerja menggunakan APD lengkap di lokasi pekerjaan konstruksi,” tambah sumber media tersebut.
Kepala Sekolah Mengaku Tidak Banyak Terlibat Teknis. Kepala Sekolah MTsN 7 Darul Aman ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya hanya sebatas penerima manfaat bangunan, bukan bagian teknis pelaksana proyek.
“Kami hanya sebatas penerima manfaat. Untuk urusan teknis, kami tidak dilibatkan langsung. Saya hanya mengetahui adanya seorang bernama Basri yang sesekali datang minta tanda tangan terkait administrasi,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Aparatur Gampong dan Komite Sekolah Minta Pelaksana Lebih Terbuka
Abdul Mutalleb, Kepala Desa Matang Geutoe yang juga Ketua Komite Sekolah MTsN 7, mengatakan pihaknya berharap pelaksana proyek dapat menjalin komunikasi lebih baik dengan pihak sekolah dan gampong.
“Kami berharap ke depan koordinasinya lebih terbuka, agar potensi lokal dan masyarakat juga dapat ikut terlibat,” ucapnya.
Beberapa warga juga menyampaikan hal senada. Mereka berharap proses pelaksanaan pembangunan memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.
Harapan Ada Evaluasi dan Perbaikan
Temuan-temuan dari hasil pantauan lapangan ini kemudian disampaikan oleh Tim Satgasus BAI agar dapat menjadi perhatian pihak terkait, terutama dalam aspek keterbukaan informasi publik serta penerapan standar K3 di lapangan.
Tim menyatakan bahwa pihaknya mendorong pemerintah dan instansi teknis untuk melakukan evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku serta memastikan proses pengerjaan tetap berjalan sesuai aturan.
Proyek pembangunan MTsN 7 ini diharapkan mampu menjadi fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi dunia madrasah, sekaligus mencerminkan tata kelola pelaksanaan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan aman bagi semua pihak yang terkait.
Reporter Koordinator Liputan Aceh Saipul Ismail SF


