Close Menu
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mei 14, 2026

Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam

Mei 13, 2026

Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5

Mei 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam
  • Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5
  • Rehabilitasi 15 Jembatan di Aceh Utara, Kabid Bina Marga “Tak Tau”
  • Proyek Revitalisasi SD/SMP di Aceh Utara Diduga Tidak Transparan
  • Mantan Geusyik Lhok Pu’uk Dilaporkan ke Polres Aceh Utara atas Dugaan Penghinaan
  • Nasi yang Basi Digoreng Lagi: Character Assassination Terhadap Bupati Aceh Timur
  • Pupuk Bersubsidi Jenis Urea Merah Diturunkan dari Tronton ke Dam Truk Kuning di Lhoknibong, Aceh Timur: Ada Apa?
Facebook X (Twitter) Instagram
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
Demo
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN
Home»NASIONAL»Makassar | infoglobalnews.id | Bertemu di salah satu Warkop Jl. Galangan Kapal Raya, Ketua LSM PERAK Indonesia, Adiarsa MJ, SE, SH, MH dan Kepala SMA Al Muttaqien, Muhammad Rais Samad membahas beberapa poin yang wajib dievaluasi pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan baik Gubernur, Walikota, Bupati dan Kepala Dinasnya. Rais Samad mengatakan, sebagai salah satu Kepala Sekolah swasta sekaligus pemerhati pendidikan tentunya sangat prihatin dengan kondisi pendidikan di Sulawesi Selatan. “Sekolah swasta di luar yang punya funding besar sangat memprihatikan dan jauh dari perhatian pemerintah. Baik dari segi bantuan stimulan maupun pada saat PPDB,” ungkapnya saat diwawancarai, Kamis (2/1/25). Ia juga menyampaikan, jika suara sekolah swasta tidak dipedulikan dan seakan secara massif untuk dimatikan melalui kebijakan dari Disdik Provinsi maupun kota. “Bayangkan tiap PPDB sudah menambah waktu penerimaan ditambah lagi kelasnya. Terus sekolah kami dapat apa,” beber pria yang juga sebagai Dewan Penasehat MKKS SMA Swasta se-Kota Makassar ini. Pria yang juga akrab disapa Abah Rais ini juga meminta Pemerintah dalam hal ini Gubernur Sulsel dan Walikota Makassar turun tangan melihat persoalan ini. “Kalau begini terus tentunya akan terjadi kesenjangan memprihatinkan antara sekolah negeri dan swasta. Dan imbasnya sekolah yang tidak mampu bertahan akan tutup,” tambahnya. Sementara itu, Ketua LSM PERAK, Adiarsa juga menyayangkan kebijakan pemerintah lewat Disdik malah ditengarai sebagai perusak sistem pendidikan khususnya di Sulsel. “Selain proses PPDB yang tidak fair tentunya kita bisa lihat gerakan tambahan yang dilakukan Disdik Sulsel maupun Disdik Kota,” ucap Adiarsa. Lanjut Adiarsa, kami melihat beberapa tahun terakhir ini juknis selalu dilanggar, Disdik seenaknya menambah kuota dengan dalih pemenuhan kuota padahal sudah tambah kelas untuk tingkat SMA. “Bahkan lebih parahnya lagi di tingkat SMP, ada 1.600 siswa yang tidak terdaftar di dapodik tahun 2024 alias siswa gantung. Ini semua karena sekolah menerima secara bar-bar dengan dalih semua anak harus sekolah,” jelasnya. Lebih jauh Adiarsa mengungkapkan, jika banyak oknum-oknum yang ikut merusak tatanan pendidikan. “Hasil investigasi kami di lapangan jelas oknum dewan maupun Pemkot terkesan memaksakan orang-orangnya untuk diterima. Begitupun di tingkat Provinsi, boleh ditanya langsung para Kepseknya,” ucap pria yang juga berprofesi sebagai Pengacara ini. Jadi menurutnya, persoalan pendidikan maupun PPDB masyarakat sudah kehilangan kepercayaan dan anggaran untuk PPDB tiap tahunnya habis percuma. “Ngapain ada PPDB pakai bajet APBD kalau semuanya bisa disetting kan pemborosan anggaran,” terangnya lagi. Ia juga ikut prihatin dengan kondisi sekolah swasta yang setiap tahunnya mengalami ketidak Adilan dari kebijakan Dinas Pendidikan. “Jika meragukan kualitas dan kuantitas sekolah swasta yah beri mereka perhatian kepedulian dan bantuan stimulan bukan malah menambahkan beban dengan tidak memberikan asas keadilan pada saat PPDB sehingga ada bahkan sekolah tidak mempunyai murid yang mendaftar sama sekali karena sudah diborong sekolah negeri,” tambah Adiarsa. Adiarsa juga mengatakan, jika sekolah swasta semakin terpuruk lagi selain siswa penerima PIP yang sangat sedikit, para PPPK yang baru terangkat juga tentunya tidak mengajar lagi di sekolah swasta. “Persoalan tenaga SDM yang terangkat sebagai PPPK juga akan memberikan masalah baru dan tentunya berimbas ke sekolah swasta lagi,” pungkasnya. Iapun mendesak Gubernur Sulsel dan Walikota Makassar segera mengevaluasi sistem dan pelaksanaan pendidikan di Sulawesi Selatan. Dimana PPDB tahun 2024 dianggap sebagai PPDB paling buruk dalam beberapa tahun terakhir. *Perak* Editor : *Muhammad Ichiro Zaki Ramadan*
NASIONAL

Makassar | infoglobalnews.id | Bertemu di salah satu Warkop Jl. Galangan Kapal Raya, Ketua LSM PERAK Indonesia, Adiarsa MJ, SE, SH, MH dan Kepala SMA Al Muttaqien, Muhammad Rais Samad membahas beberapa poin yang wajib dievaluasi pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan baik Gubernur, Walikota, Bupati dan Kepala Dinasnya. Rais Samad mengatakan, sebagai salah satu Kepala Sekolah swasta sekaligus pemerhati pendidikan tentunya sangat prihatin dengan kondisi pendidikan di Sulawesi Selatan. “Sekolah swasta di luar yang punya funding besar sangat memprihatikan dan jauh dari perhatian pemerintah. Baik dari segi bantuan stimulan maupun pada saat PPDB,” ungkapnya saat diwawancarai, Kamis (2/1/25). Ia juga menyampaikan, jika suara sekolah swasta tidak dipedulikan dan seakan secara massif untuk dimatikan melalui kebijakan dari Disdik Provinsi maupun kota. “Bayangkan tiap PPDB sudah menambah waktu penerimaan ditambah lagi kelasnya. Terus sekolah kami dapat apa,” beber pria yang juga sebagai Dewan Penasehat MKKS SMA Swasta se-Kota Makassar ini. Pria yang juga akrab disapa Abah Rais ini juga meminta Pemerintah dalam hal ini Gubernur Sulsel dan Walikota Makassar turun tangan melihat persoalan ini. “Kalau begini terus tentunya akan terjadi kesenjangan memprihatinkan antara sekolah negeri dan swasta. Dan imbasnya sekolah yang tidak mampu bertahan akan tutup,” tambahnya. Sementara itu, Ketua LSM PERAK, Adiarsa juga menyayangkan kebijakan pemerintah lewat Disdik malah ditengarai sebagai perusak sistem pendidikan khususnya di Sulsel. “Selain proses PPDB yang tidak fair tentunya kita bisa lihat gerakan tambahan yang dilakukan Disdik Sulsel maupun Disdik Kota,” ucap Adiarsa. Lanjut Adiarsa, kami melihat beberapa tahun terakhir ini juknis selalu dilanggar, Disdik seenaknya menambah kuota dengan dalih pemenuhan kuota padahal sudah tambah kelas untuk tingkat SMA. “Bahkan lebih parahnya lagi di tingkat SMP, ada 1.600 siswa yang tidak terdaftar di dapodik tahun 2024 alias siswa gantung. Ini semua karena sekolah menerima secara bar-bar dengan dalih semua anak harus sekolah,” jelasnya. Lebih jauh Adiarsa mengungkapkan, jika banyak oknum-oknum yang ikut merusak tatanan pendidikan. “Hasil investigasi kami di lapangan jelas oknum dewan maupun Pemkot terkesan memaksakan orang-orangnya untuk diterima. Begitupun di tingkat Provinsi, boleh ditanya langsung para Kepseknya,” ucap pria yang juga berprofesi sebagai Pengacara ini. Jadi menurutnya, persoalan pendidikan maupun PPDB masyarakat sudah kehilangan kepercayaan dan anggaran untuk PPDB tiap tahunnya habis percuma. “Ngapain ada PPDB pakai bajet APBD kalau semuanya bisa disetting kan pemborosan anggaran,” terangnya lagi. Ia juga ikut prihatin dengan kondisi sekolah swasta yang setiap tahunnya mengalami ketidak Adilan dari kebijakan Dinas Pendidikan. “Jika meragukan kualitas dan kuantitas sekolah swasta yah beri mereka perhatian kepedulian dan bantuan stimulan bukan malah menambahkan beban dengan tidak memberikan asas keadilan pada saat PPDB sehingga ada bahkan sekolah tidak mempunyai murid yang mendaftar sama sekali karena sudah diborong sekolah negeri,” tambah Adiarsa. Adiarsa juga mengatakan, jika sekolah swasta semakin terpuruk lagi selain siswa penerima PIP yang sangat sedikit, para PPPK yang baru terangkat juga tentunya tidak mengajar lagi di sekolah swasta. “Persoalan tenaga SDM yang terangkat sebagai PPPK juga akan memberikan masalah baru dan tentunya berimbas ke sekolah swasta lagi,” pungkasnya. Iapun mendesak Gubernur Sulsel dan Walikota Makassar segera mengevaluasi sistem dan pelaksanaan pendidikan di Sulawesi Selatan. Dimana PPDB tahun 2024 dianggap sebagai PPDB paling buruk dalam beberapa tahun terakhir. *Perak* Editor : *Muhammad Ichiro Zaki Ramadan*

By Januari 2, 2025Tidak ada komentar0 Views
WhatsApp Facebook Email Twitter Telegram
Share
WhatsApp Facebook Telegram Twitter

Makassar | infoglobalnews.id | Bertemu di salah satu Warkop Jl. Galangan Kapal Raya, Ketua LSM PERAK Indonesia, Adiarsa MJ, SE, SH, MH dan Kepala SMA Al Muttaqien, Muhammad Rais Samad membahas beberapa poin yang wajib dievaluasi pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan baik Gubernur, Walikota, Bupati dan Kepala Dinasnya.

Rais Samad mengatakan, sebagai salah satu Kepala Sekolah swasta sekaligus pemerhati pendidikan tentunya sangat prihatin dengan kondisi pendidikan di Sulawesi Selatan.

“Sekolah swasta di luar yang punya funding besar sangat memprihatikan dan jauh dari perhatian pemerintah. Baik dari segi bantuan stimulan maupun pada saat PPDB,” ungkapnya saat diwawancarai, Kamis (2/1/25).

Ia juga menyampaikan, jika suara sekolah swasta tidak dipedulikan dan seakan secara massif untuk dimatikan melalui kebijakan dari Disdik Provinsi maupun kota.

“Bayangkan tiap PPDB sudah menambah waktu penerimaan ditambah lagi kelasnya. Terus sekolah kami dapat apa,” beber pria yang juga sebagai Dewan Penasehat MKKS SMA Swasta se-Kota Makassar ini.

Pria yang juga akrab disapa Abah Rais ini juga meminta Pemerintah dalam hal ini Gubernur Sulsel dan Walikota Makassar turun tangan melihat persoalan ini.

“Kalau begini terus tentunya akan terjadi kesenjangan memprihatinkan antara sekolah negeri dan swasta. Dan imbasnya sekolah yang tidak mampu bertahan akan tutup,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LSM PERAK, Adiarsa juga menyayangkan kebijakan pemerintah lewat Disdik malah ditengarai sebagai perusak sistem pendidikan khususnya di Sulsel.

“Selain proses PPDB yang tidak fair tentunya kita bisa lihat gerakan tambahan yang dilakukan Disdik Sulsel maupun Disdik Kota,” ucap Adiarsa.

Lanjut Adiarsa, kami melihat beberapa tahun terakhir ini juknis selalu dilanggar, Disdik seenaknya menambah kuota dengan dalih pemenuhan kuota padahal sudah tambah kelas untuk tingkat SMA.

“Bahkan lebih parahnya lagi di tingkat SMP, ada 1.600 siswa yang tidak terdaftar di dapodik tahun 2024 alias siswa gantung. Ini semua karena sekolah menerima secara bar-bar dengan dalih semua anak harus sekolah,” jelasnya.

Lebih jauh Adiarsa mengungkapkan, jika banyak oknum-oknum yang ikut merusak tatanan pendidikan.

“Hasil investigasi kami di lapangan jelas oknum dewan maupun Pemkot terkesan memaksakan orang-orangnya untuk diterima. Begitupun di tingkat Provinsi, boleh ditanya langsung para Kepseknya,” ucap pria yang juga berprofesi sebagai Pengacara ini.

Jadi menurutnya, persoalan pendidikan maupun PPDB masyarakat sudah kehilangan kepercayaan dan anggaran untuk PPDB tiap tahunnya habis percuma.

“Ngapain ada PPDB pakai bajet APBD kalau semuanya bisa disetting kan pemborosan anggaran,” terangnya lagi.

Ia juga ikut prihatin dengan kondisi sekolah swasta yang setiap tahunnya mengalami ketidak Adilan dari kebijakan Dinas Pendidikan.

“Jika meragukan kualitas dan kuantitas sekolah swasta yah beri mereka perhatian kepedulian dan bantuan stimulan bukan malah menambahkan beban dengan tidak memberikan asas keadilan pada saat PPDB sehingga ada bahkan sekolah tidak mempunyai murid yang mendaftar sama sekali karena sudah diborong sekolah negeri,” tambah Adiarsa.

Adiarsa juga mengatakan, jika sekolah swasta semakin terpuruk lagi selain siswa penerima PIP yang sangat sedikit, para PPPK yang baru terangkat juga tentunya tidak mengajar lagi di sekolah swasta.

“Persoalan tenaga SDM yang terangkat sebagai PPPK juga akan memberikan masalah baru dan tentunya berimbas ke sekolah swasta lagi,” pungkasnya.

Iapun mendesak Gubernur Sulsel dan Walikota Makassar segera mengevaluasi sistem dan pelaksanaan pendidikan di Sulawesi Selatan. Dimana PPDB tahun 2024 dianggap sebagai PPDB paling buruk dalam beberapa tahun terakhir.

 

*Perak*

Editor : *Muhammad Ichiro Zaki Ramadan*

Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email

Related Posts

Peringati Hardiknas, Aksi Unjuk Rasa KPPM Memanas: Soroti Isu Pendidikan Daerah

Mei 4, 2026

Konstruksi Informasi dan Dinamika Politik : Membedah Fenomena Isu Publik Seputar Figur Utama Aceh Timur   Oleh: Kasmidi Panjaitan, S.IP (Pengamat Politik Lulusan FISIP UNPAS Bandung)  

April 30, 2026

LSP Difindo dan AKPERSI Teken MoU, Momentum Kebangkitan Profesionalisme Jurnalis Nasional

April 10, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

MAHADIPA dan Tim Gabungan Temukan Korban Kedua di Gunung Bulusaraung

Januari 20, 2026522

Dugaan Makelar Proyek di PDAM Bantaeng, HPMB 1952 Minta Klarifikasi

Januari 11, 2026442

Buka Puasa Pilih-Pilih Wartawan, PHE NSO Dihujani Kritik: Polda Aceh Diminta Audit Anggaran Publikasi Ratusan Juta.

Maret 11, 2026400

Dua bulan belum terima gaji, ratusan Petugas lapangan Dinas Lingkungan Hidup KOTA MAKASSAR (DLH) Rabu 11 FEBBUARI 2026

Februari 11, 2026388
Don't Miss
Breaking news

By AdminMei 14, 20260

Makassar – bidikterkini.com | Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H.,…

Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam

Mei 13, 2026

Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5

Mei 13, 2026

Rehabilitasi 15 Jembatan di Aceh Utara, Kabid Bina Marga “Tak Tau”

Mei 13, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

DIRGAHAYU RI KE 80
Kategori
  • #POLDA Sulsel
  • ACEH
  • Aceh Besar
  • ACEH TIMUR
  • Aceh Utara
  • Artikel
  • Bakti Sosial
  • Banda Aceh
  • Bantaeng
  • BERITA
  • Berita Desa
  • Berita Viral
  • BPK RI
  • Breaking news
  • Deli Serdang
  • Dinas Pendidikan
  • Dinas Perhubungan Makassar
  • DINAS PERTANIAN
  • Disdik Kota Makassar
  • DPRD Makassar
  • DUNIA
  • HUKUM
  • Kabupaten Bone
  • Kabupaten Gowa
  • Kabupaten Maros
  • Karnaval
  • Kejati Sulsel
  • Kemendikbud RI
  • Kemenhumham Sulsel
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Mabes Polri
  • Medan
  • Media & Culture
  • Narkoba
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • Ormas
  • Pemerintahan
  • Pemkab Jeneponto
  • Pemkab Maros
  • Pemkab Pangkep
  • Pemkab Pinrang
  • Pemkab Toraja Utara
  • Pemkot Makassar
  • PENDIDIKAN
  • Pengadilan Negeri Niaga Makassar
  • PERISTIWA
  • Pertambangan
  • Pertanian
  • Polda Aceh
  • Polda Aceh Timur
  • Polda Sumut
  • POLITIK
  • Polres Bantaeng
  • Polres Bone
  • Polres Bulukumba
  • Polres Gowa
  • Polres Pare-pare
  • Polres Pelabuhan Makassar
  • Polres Pinrang
  • Polres Sinjai
  • Polrestabes Aceh Timur
  • Polrestabes Makassar
  • Polrestabes Medan
  • Polri
  • Pomala
  • PT. PELNI
  • PUPR Aceh Timur
  • Skincare
  • SOROTAN
  • Sulawesi Utara
  • Sumatra Utara
  • TNI
  • TNI – POLRI
  • Uncategorized
PENERBIT
PENERBIT

PT. ICHIRO TRANS MULTIMEDIA
Alamat Redaksi : Jln. Labu 3 No. 45 wawandula kec. Towuti Kab.Luwuk Timur Sulawesi Selatan Tlp.08888707711

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Our Picks

Mei 14, 2026

Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam

Mei 13, 2026

Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5

Mei 13, 2026
Most Popular

MAHADIPA dan Tim Gabungan Temukan Korban Kedua di Gunung Bulusaraung

Januari 20, 2026522

Dugaan Makelar Proyek di PDAM Bantaeng, HPMB 1952 Minta Klarifikasi

Januari 11, 2026442

Buka Puasa Pilih-Pilih Wartawan, PHE NSO Dihujani Kritik: Polda Aceh Diminta Audit Anggaran Publikasi Ratusan Juta.

Maret 11, 2026400
© 2026 Bidik Terkini by ASNUR.
  • REDAKSI
  • MEDIA SIBER
  • TENTANG KAMI

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.