Close Menu
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mei 14, 2026

Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam

Mei 13, 2026

Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5

Mei 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam
  • Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5
  • Rehabilitasi 15 Jembatan di Aceh Utara, Kabid Bina Marga “Tak Tau”
  • Proyek Revitalisasi SD/SMP di Aceh Utara Diduga Tidak Transparan
  • Mantan Geusyik Lhok Pu’uk Dilaporkan ke Polres Aceh Utara atas Dugaan Penghinaan
  • Nasi yang Basi Digoreng Lagi: Character Assassination Terhadap Bupati Aceh Timur
  • Pupuk Bersubsidi Jenis Urea Merah Diturunkan dari Tronton ke Dam Truk Kuning di Lhoknibong, Aceh Timur: Ada Apa?
Facebook X (Twitter) Instagram
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
Demo
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN
Home»BERITA»Sinyal Tak Menyapa Desa Poto
BERITA

Sinyal Tak Menyapa Desa Poto

AdminBy AdminNovember 11, 2025Tidak ada komentar12 Views
WhatsApp Facebook Email Twitter Telegram
Share
WhatsApp Facebook Telegram Twitter

Kupang – bidikterkini.com | Desa Poto merupakan pusat kota dari lima desa yang berada di kecamatan Fatuleu Barat setelah dimekarkan pada tahun 2005, melalui kecamatan Fatuleu, desa ini berjarak sekitar 46 kilometer dari ibu kota bupaten Kupang dan jarak sekitar 92,5 kilometer dari Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setelah bertahun-tahun saya berada di desa Poto, sambil berkeliling ke empat desa tetangga yang berada di kecamatan Fatuleu Barat saya sepertinya merasa pilu terhadap desa saya sendiri bagaimana mungkin desa yang harusnya menjadi perhatian khusus dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten dan hingga provinsi ini malah berbanding terbalik.

Hal demikian timbul dalam benat saya bagaimana ini bisa terjadi seperti ini, dimana beberapa desa yang berada di fatuleu barat sudah memiliki akses internet yang terbilang cukup memadai seperti desa Nuataus yang sudah memiliki salah satu pemancar yang menjangkau dua desa tetangga yakni desa Naitae dan desa Tuakau sementara desa Kalali memiliki salah tower yang hanya dapat dijangkau oleh wilayah desanya sendiri.

Ironisnya lagi desa Poto ini letaknya berada di tengah-tengah yang kelilingi oleh empat desa di kecamatan Fatuleu Barat, Walaupun pada tahun 2021 atas dedikasi Pemerintah setempat melalui bakti Kominfo sempat mendirikan sebuah tower kecil, namun tower ini hanya dapat digunakan sekitar satu bulan saja. dan tidak lagi berfungsi sampai dengan saat ini.

Dari sebagian besar Desa yang berada di sudut negeri ini yang sampai saat ini belum memiliki akses internet, desa Poto tergolong ada didalamnya, desa yang masih hidup di antara jeda bukan jeda waktu, melainkan jeda sinyal.

Di desa ini, layar ponsel lebih sering memantulkan wajah sendiri ketimbang notifikasi yang masuk. Tak ada dering pesan WhatsApp, tak ada notifikasi tugas daring, dan tak ada tanda centang biru yang menjadi simbol kehadiran seseorang di dunia digital. Di desa ini, jaringan internet masih menjadi legenda diceritakan dari mulut ke mulut, seperti kisah dongeng yang belum tentu benar adanya.

Ironisnya, negeri ini berulang kali berteriak tentang digitalisasi, tentang ekonomi berbasis teknologi, tentang desa cerdas dan revolusi industri 4.0. Namun bagaimana bisa sebuah desa menjadi “cerdas” bila untuk mengirim satu email saja, warganya harus menyeberangi bukit atau memanjat pohon demi menangkap sinyal yang malu-malu?

Anak-anak di desa ini belajar bukan lewat Google, melainkan lewat ketekunan dan tanya. Mereka menyalin catatan dari satu buku ke buku lain, sementara di kota, anak-anak sebayanya menyalin dari internet. Dunia mereka berjalan lambat tapi justru di situlah keindahannya. Mereka masih mengenal waktu yang tidak terburu-buru, percakapan tanpa delay, dan tawa tanpa emotikon.

Namun romantisisme tak seharusnya menjadi alasan untuk ketertinggalan. Internet bukan lagi kemewahan; ia kini adalah kebutuhan dasar, seperti air dan listrik. Ia membuka jendela dunia, mempertemukan ide, memperluas kesempatan. Tanpa jaringan, sebuah desa ibarat kapal tanpa kompas berlayar, tapi tak tahu ke mana arah.

Maka, ketika dunia berbicara tentang kecerdasan buatan dan kota pintar, mungkin sudah saatnya juga berbicara tentang “desa tersambung”. Sebab kemajuan sejati bukan hanya ketika menara BTS menjulang di kota, melainkan ketika sinyal sampai ke sawah, ke ladang, ke sekolah kecil di ujung desa.

Karena sejatinya, kemajuan bukan diukur dari seberapa cepat koneksi kita, tapi dari seberapa banyak orang yang bisa ikut terhubung dalam jaringan itu termasuk mereka yang selama ini hanya bisa menatap langit, berharap sinyal datang bersama angin.

Justus Petrus karma, S.Pd

Pemuda Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang NTT

Alumni Prodi Universitas Muhammadiyah Kupang

*(Red/Justus)*

 

# Pemkab Kupang NTT #Keminfo kupang
Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
Admin
  • Website

Related Posts

Konstruksi Informasi dan Dinamika Politik : Membedah Fenomena Isu Publik Seputar Figur Utama Aceh Timur   Oleh: Kasmidi Panjaitan, S.IP (Pengamat Politik Lulusan FISIP UNPAS Bandung)  

April 30, 2026

LSP Difindo dan AKPERSI Teken MoU, Momentum Kebangkitan Profesionalisme Jurnalis Nasional

April 10, 2026

Presidium Relawan 08 Desak Saiful Mujani Minta Maaf, Ancam Lapor Bareskrim

April 8, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

MAHADIPA dan Tim Gabungan Temukan Korban Kedua di Gunung Bulusaraung

Januari 20, 2026522

Dugaan Makelar Proyek di PDAM Bantaeng, HPMB 1952 Minta Klarifikasi

Januari 11, 2026442

Buka Puasa Pilih-Pilih Wartawan, PHE NSO Dihujani Kritik: Polda Aceh Diminta Audit Anggaran Publikasi Ratusan Juta.

Maret 11, 2026400

Dua bulan belum terima gaji, ratusan Petugas lapangan Dinas Lingkungan Hidup KOTA MAKASSAR (DLH) Rabu 11 FEBBUARI 2026

Februari 11, 2026388
Don't Miss
Breaking news

By AdminMei 14, 20260

Makassar – bidikterkini.com | Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H.,…

Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam

Mei 13, 2026

Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5

Mei 13, 2026

Rehabilitasi 15 Jembatan di Aceh Utara, Kabid Bina Marga “Tak Tau”

Mei 13, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

DIRGAHAYU RI KE 80
Kategori
  • #POLDA Sulsel
  • ACEH
  • Aceh Besar
  • ACEH TIMUR
  • Aceh Utara
  • Artikel
  • Bakti Sosial
  • Banda Aceh
  • Bantaeng
  • BERITA
  • Berita Desa
  • Berita Viral
  • BPK RI
  • Breaking news
  • Deli Serdang
  • Dinas Pendidikan
  • Dinas Perhubungan Makassar
  • DINAS PERTANIAN
  • Disdik Kota Makassar
  • DPRD Makassar
  • DUNIA
  • HUKUM
  • Kabupaten Bone
  • Kabupaten Gowa
  • Kabupaten Maros
  • Karnaval
  • Kejati Sulsel
  • Kemendikbud RI
  • Kemenhumham Sulsel
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Mabes Polri
  • Medan
  • Media & Culture
  • Narkoba
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • Ormas
  • Pemerintahan
  • Pemkab Jeneponto
  • Pemkab Maros
  • Pemkab Pangkep
  • Pemkab Pinrang
  • Pemkab Toraja Utara
  • Pemkot Makassar
  • PENDIDIKAN
  • Pengadilan Negeri Niaga Makassar
  • PERISTIWA
  • Pertambangan
  • Pertanian
  • Polda Aceh
  • Polda Aceh Timur
  • Polda Sumut
  • POLITIK
  • Polres Bantaeng
  • Polres Bone
  • Polres Bulukumba
  • Polres Gowa
  • Polres Pare-pare
  • Polres Pelabuhan Makassar
  • Polres Pinrang
  • Polres Sinjai
  • Polrestabes Aceh Timur
  • Polrestabes Makassar
  • Polrestabes Medan
  • Polri
  • Pomala
  • PT. PELNI
  • PUPR Aceh Timur
  • Skincare
  • SOROTAN
  • Sulawesi Utara
  • Sumatra Utara
  • TNI
  • TNI – POLRI
  • Uncategorized
PENERBIT
PENERBIT

PT. ICHIRO TRANS MULTIMEDIA
Alamat Redaksi : Jln. Labu 3 No. 45 wawandula kec. Towuti Kab.Luwuk Timur Sulawesi Selatan Tlp.08888707711

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Our Picks

Mei 14, 2026

Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam

Mei 13, 2026

Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5

Mei 13, 2026
Most Popular

MAHADIPA dan Tim Gabungan Temukan Korban Kedua di Gunung Bulusaraung

Januari 20, 2026522

Dugaan Makelar Proyek di PDAM Bantaeng, HPMB 1952 Minta Klarifikasi

Januari 11, 2026442

Buka Puasa Pilih-Pilih Wartawan, PHE NSO Dihujani Kritik: Polda Aceh Diminta Audit Anggaran Publikasi Ratusan Juta.

Maret 11, 2026400
© 2026 Bidik Terkini by ASNUR.
  • REDAKSI
  • MEDIA SIBER
  • TENTANG KAMI

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.