Close Menu
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mei 14, 2026

Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam

Mei 13, 2026

Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5

Mei 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam
  • Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5
  • Rehabilitasi 15 Jembatan di Aceh Utara, Kabid Bina Marga “Tak Tau”
  • Proyek Revitalisasi SD/SMP di Aceh Utara Diduga Tidak Transparan
  • Mantan Geusyik Lhok Pu’uk Dilaporkan ke Polres Aceh Utara atas Dugaan Penghinaan
  • Nasi yang Basi Digoreng Lagi: Character Assassination Terhadap Bupati Aceh Timur
  • Pupuk Bersubsidi Jenis Urea Merah Diturunkan dari Tronton ke Dam Truk Kuning di Lhoknibong, Aceh Timur: Ada Apa?
Facebook X (Twitter) Instagram
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
Demo
  • BERITA
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN
BIDIK TERKINIBIDIK TERKINI
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • Pemerintahan
  • Polri
  • SOROTAN
Home»ACEH»Proyek Irigasi Jambo Aye Kanan Diduga Sarat Masalah APBN Retak Nilai Kontrak Disembunyikan
ACEH

Proyek Irigasi Jambo Aye Kanan Diduga Sarat Masalah APBN Retak Nilai Kontrak Disembunyikan

AdminBy AdminOktober 28, 2025Tidak ada komentar106 Views
WhatsApp Facebook Email Twitter Telegram
Share
WhatsApp Facebook Telegram Twitter

ACEH TIMUR — bidikterkini.com | Proyek lanjutan pembangunan Irigasi Jambo Aye Sayap Kanan di Kabupaten Aceh Timur kini menuai sorotan tajam. Lokasi pekerjaan yang terletak di Desa Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, tersebut diduga sarat dengan berbagai penyimpangan dan kejanggalan.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan, sejumlah bagian bangunan irigasi sudah tampak retak, bocor, bahkan mengalami kerusakan dini, padahal proyek tersebut belum rampung sepenuhnya. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait mutu material dan metode pengerjaan yang digunakan oleh pihak pelaksana.

“Baru selesai beberapa bulan, sudah banyak bagian yang pecah dan bocor. Kalau seperti ini, bagaimana bisa awat bertahun-tahun? Jelas ada yang tidak beres,” ujar, Nurdin warga Desa Seuneubok Saboh, Sabtu (19/10).

Menurutnya, sejak awal masyarakat sudah mencurigai adanya kejanggalan dalam penggunaan material bangunan. “Pasirnya terlalu kasar, semen tampak encer, dan pengerjaannya juga terkesan tergesa-gesa. Kami ragu kalau ini sesuai standar nasional konstruksi,” tambahnya.

Lebih mengejutkan lagi, di papan nama proyek (plang proyek) yang terpasang di lokasi, tidak tercantum besaran anggaran, sumber dana, serta nomor kontrak kerja sebagaimana lazimnya pada proyek pemerintah. Hal ini menambah kuat dugaan adanya ketidaktransparanan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Biasanya di plang proyek ada nama kegiatan, pelaksana, waktu pelaksanaan, dan nilai anggaran. Tapi di sini tidak ada jumlahnya. Publik jadi tidak tahu berapa besar uang negara yang dipakai,” kata Ibrahim, tokoh masyarakat setempat yang juga aktif memantau proyek pembangunan di wilayah itu.

Padahal, keberadaan papan nama proyek merupakan bagian dari kewajiban transparansi publik, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Tidak mencantumkan nilai anggaran dianggap sebagai pelanggaran administratif dan bisa menjadi indikasi penyimpangan dalam pengelolaan dana pembangunan.

Selain itu, beberapa sumber internal menyebutkan bahwa pekerjaan dilakukan tanpa pengawasan ketat dari konsultan. “Seharusnya setiap tahap pembangunan ada pengawasan teknis, tapi yang kami lihat, pengawas jarang ke lokasi. Hanya beberapa kali datang, itu pun sekilas,” ungkap salah seorang pekerja lapangan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Proyek ini juga dinilai bermasalah dari sisi perencanaan dan pemilihan lokasi. Sejumlah ahli menilai, pembangunan saluran di daerah dengan kontur tanah labil dan rawan longsor tidak melalui kajian teknis yang matang. Akibatnya, risiko keretakan dan pergeseran tanah sangat tinggi.

“Kesalahan dalam memilih lokasi akan berdampak langsung pada umur konstruksi. Kalau ditambah dengan bahan yang tidak sesuai standar, maka bisa dipastikan irigasi itu tidak akan bertahan lama,” jelas Dr. Saifullah, M.Si, akademisi Universitas Almuslim yang sering menyoroti isu pembangunan di Aceh.

Ia menegaskan, proyek irigasi bukan sekadar pekerjaan fisik, tapi menyangkut hajat hidup petani yang menggantungkan hidup pada ketersediaan air. “Kalau irigasi rusak sebelum panen tiba, dampaknya bisa sangat besar bagi masyarakat tani. Ini bukan sekadar bangunan retak, tapi ancaman terhadap ketahanan pangan,” tegasnya.

Sementara itu, aktivis pemuda Pante Bidari, Saipul Ismail SF, yang meliputi pembangunan inprastruktur proyek irigasi. jambo aye kanan lokasi pekerjaan saat ini di Desa Seuneubok Saboh tersebut saratnya masalah dan juga ada kepentingan pribadi oleh para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab terutama terhadap pemuda Gampong dan masyarakat sangat wajar dan patut dicurigai hingga diaudit.

“Kami menduga ada permainan volume dan material. banyak bagian yang tipis dan mudah hancur, seolah dikerjakan hanya untuk menggugurkan kewajiban. Pemerintah harus turun tangan sebelum rakyat kehilangan kepercayaan,” ujarnya.

Sulaiman dan M. Nur/Muhammad. SKJ dan Basari mereka selaku masyarakat desa Seuneubok Saboh juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan dari pemerintah daerah. Kabupaten Aceh Timur, yang ditujukan yaitu Dinas PUPR Aceh Timur terkait tidak serius, mereka mengetahui kondisi di lapangan seperti ini.

Pasalnya, jika masyarakat semua diam, berarti ada yang harus dijelaskan kepada publik,” katanya dengan nada tegas. kekecewaan khususnya masyarakat” Desa Seuneubok Saboh kian merasa semakin gagal dalam paham karena proyek raksasa pembangunan inprastruktur irigasi jambo aye kanan D.l “tahap lll Aceh Timur Pante Bidari, yang seharusnya wajib memberi manfaat bagi pertanian justru terancam menjadi proyek gagal guna. Saluran irigasi yang bocor dan retak bisa menghambat distribusi air ke sawah-sawah warga di sepanjang aliran Jambo Aye, yang mencakup beberapa kecamatan.

“Air tidak akan mengalir dengan lancar kalau dindingnya bocor. Kami petani hanya bisa menunggu. Kalau proyek ini gagal, kami yang paling dirugikan,” kata Hasan Nuddin, salah satu dari petani dari Desa Blang Seunong.

Hingga berita ini di ekspos ke publik sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Timur maupun kontraktor pelaksana proyek. Namun masyarakat berharap agar aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Negeri Idi dan Inspektorat, segera melakukan investigasi lapangan.

“Jangan tunggu sampai bangunan jebol baru diperiksa. Uang rakyat harus dijaga. Kalau terbukti ada penyelewengan, tindak tegas siapapun yang terlibat,” tegas Ibrahim menutup keterangannya.

saat di konfirmasi, resmi oleh Pewarta Media ini lewat nomor telpon +62 853-4295-XXXX via WhatsApp nya. salah satu vendor proyek alias

Nyak Tam mengatakan pada media iniproyek irigasi tersebut tidak ada anggaran nya kami hanyalah orang kerja. ujarnya

Sayang Menajer proyek irigasi tersebut beberapa kali media ini saat meng hubungi salah satu orang yang bertanggung jawab terhadap proyek irigasi tersebut lewat nomor +62 852-7779-XXXX. via WhatsApp namun pihak menajer proyek irigasi mengabaikan konfirmasi tersebut,

Publik kini menanti langkah nyata pemerintah daerah. Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab moral dan hukum. Sebab proyek fisik tanpa kejujuran hanya akan meninggalkan tembok retak dan janji kosong.

Reporter Tim Investigasi: Saipul Ismail SF

# BPK RI # Kejari ACEH TIMUR # Polda Aceh Timur
Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
Admin
  • Website

Related Posts

Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam

Mei 13, 2026

Proyek Revitalisasi SD/SMP di Aceh Utara Diduga Tidak Transparan

Mei 13, 2026

Bantuan Kemanusiaan 1 Juta Rupiah untuk Warga Seuneubok Saboh, Harapan Masyarakat Terpenuhi

April 30, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

MAHADIPA dan Tim Gabungan Temukan Korban Kedua di Gunung Bulusaraung

Januari 20, 2026522

Dugaan Makelar Proyek di PDAM Bantaeng, HPMB 1952 Minta Klarifikasi

Januari 11, 2026442

Buka Puasa Pilih-Pilih Wartawan, PHE NSO Dihujani Kritik: Polda Aceh Diminta Audit Anggaran Publikasi Ratusan Juta.

Maret 11, 2026400

Dua bulan belum terima gaji, ratusan Petugas lapangan Dinas Lingkungan Hidup KOTA MAKASSAR (DLH) Rabu 11 FEBBUARI 2026

Februari 11, 2026388
Don't Miss
Breaking news

By AdminMei 14, 20260

Makassar – bidikterkini.com | Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H.,…

Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam

Mei 13, 2026

Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5

Mei 13, 2026

Rehabilitasi 15 Jembatan di Aceh Utara, Kabid Bina Marga “Tak Tau”

Mei 13, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

DIRGAHAYU RI KE 80
Kategori
  • #POLDA Sulsel
  • ACEH
  • Aceh Besar
  • ACEH TIMUR
  • Aceh Utara
  • Artikel
  • Bakti Sosial
  • Banda Aceh
  • Bantaeng
  • BERITA
  • Berita Desa
  • Berita Viral
  • BPK RI
  • Breaking news
  • Deli Serdang
  • Dinas Pendidikan
  • Dinas Perhubungan Makassar
  • DINAS PERTANIAN
  • Disdik Kota Makassar
  • DPRD Makassar
  • DUNIA
  • HUKUM
  • Kabupaten Bone
  • Kabupaten Gowa
  • Kabupaten Maros
  • Karnaval
  • Kejati Sulsel
  • Kemendikbud RI
  • Kemenhumham Sulsel
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Mabes Polri
  • Medan
  • Media & Culture
  • Narkoba
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • Ormas
  • Pemerintahan
  • Pemkab Jeneponto
  • Pemkab Maros
  • Pemkab Pangkep
  • Pemkab Pinrang
  • Pemkab Toraja Utara
  • Pemkot Makassar
  • PENDIDIKAN
  • Pengadilan Negeri Niaga Makassar
  • PERISTIWA
  • Pertambangan
  • Pertanian
  • Polda Aceh
  • Polda Aceh Timur
  • Polda Sumut
  • POLITIK
  • Polres Bantaeng
  • Polres Bone
  • Polres Bulukumba
  • Polres Gowa
  • Polres Pare-pare
  • Polres Pelabuhan Makassar
  • Polres Pinrang
  • Polres Sinjai
  • Polrestabes Aceh Timur
  • Polrestabes Makassar
  • Polrestabes Medan
  • Polri
  • Pomala
  • PT. PELNI
  • PUPR Aceh Timur
  • Skincare
  • SOROTAN
  • Sulawesi Utara
  • Sumatra Utara
  • TNI
  • TNI – POLRI
  • Uncategorized
PENERBIT
PENERBIT

PT. ICHIRO TRANS MULTIMEDIA
Alamat Redaksi : Jln. Labu 3 No. 45 wawandula kec. Towuti Kab.Luwuk Timur Sulawesi Selatan Tlp.08888707711

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Our Picks

Mei 14, 2026

Bibit Nanas Rp. 60 Milyar Disorot, BOM SUL-SEL: Kejati Sulsel Jangan Diam

Mei 13, 2026

Gudang Farmasi di Dg. Tata Viral, di Duga Langgar Perda & Pelihara B2, KPPM: Pak Wali Jangan Cuma Gusur PK5

Mei 13, 2026
Most Popular

MAHADIPA dan Tim Gabungan Temukan Korban Kedua di Gunung Bulusaraung

Januari 20, 2026522

Dugaan Makelar Proyek di PDAM Bantaeng, HPMB 1952 Minta Klarifikasi

Januari 11, 2026442

Buka Puasa Pilih-Pilih Wartawan, PHE NSO Dihujani Kritik: Polda Aceh Diminta Audit Anggaran Publikasi Ratusan Juta.

Maret 11, 2026400
© 2026 Bidik Terkini by ASNUR.
  • REDAKSI
  • MEDIA SIBER
  • TENTANG KAMI

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.