Toraja Utara – bidikterkini.com | Daud Patula, SPd,. M.Pd Kepala Sekolah SMAN6 Toraja Utara mengatakan, ruang kelas yang representatif sangat berpengaruh terhadap proses belajar siswa. Hal itu diungkapkan saat dirinya di temui oleh awak media. Kamis,(31/10/2025).

Menurut Daud Selaku Kepala Sekolah, SMAN 6 Toraja Utara menerima bantuan revitalisasi sekolah yang di anggarkan dari APBN dengan anggaran 844 980 000 untuk revitalisasi tiga ruangan kelas, satu ruangan OSIS dan satunya ruangan laboratorium komputer.

Progres revitalisasi ruangan kelas telah mencapai 95% , kini sedang dalam tahap finishing, Program revitalisasi ini merupakan bagian dari bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemedikdasmen) atas arahan Presiden Prabowo Subianto, yang juga mendapat dukungan dari Pemerintah kabupaten Toraja Utara melalui Disdikpora.

” Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah telah memperhatikan sekolah kami. Dengan adanya ruangan kelas yang baru dan lebih layak, anak-anak akan lebih betah dan semangat belajarnya. Apalagi ini sudah masuk musim penghujan, kami tidak akan khawatir lagi dengan kondisi ruangan kelas yang tidak layak seperti atapnya ada yang bocor,” ujar Daud diruang kerjanya.
Dirinya menjelaskan, saat pelaksanaan revitalisasi berjalan, pengawasan dari dinas perencanaan selalu mengontrol dengan ketat, agar pembangunan berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, dirinya berharap program ini terus berlanjut agar kedepannya semua ruangan yang tidak layak bisa di revitalisasi dan bukan cuman SMAN 6 saja klo bisa seluruh sekolah yang ada di kabupaten Toraja Utara dapat memiliki sarana pembelajaran yang layak dan nyaman.
“Kami berharap revitalisasi ini tidak berhenti di tahun ini saja, semua sekolah bisa mendapatkan bantuan yang sama, agar tercipta keseimbangan dan pemerataan pendidikan,” harapnya.
“Kami juga sangat berterimakasih atas kunjungan dari Awak Media sebagai sosial kontrol dan sekaligus sebagai pengawas, karena tanpa media mana mungkin juga sekolah kami dikenal di luar Toraja Utara,” imbunya.
Sukri


