Aceh Utara | bidikterkini.com – Desakan untuk menyuarakan desakan dan mengesahkan Bencana Nasional kini terdengar dimana-mana di seantero Aceh, bahkan meluas ke tingkat Nasional dan Mancanegara akibat lambannya Pemerintah Pusat dalam menanggulangi pemulihan Banjir Bandang yang hampir terjadi di seluruh Aceh.
Masyarakat Aceh Hingga kini telah menunjukkan kekecewaannya secara terang terangan, baik di daerah maupun di pusat bahkan banyak berseliweran Konten keras yang mengkritik kebijakan Presiden Indonesia Prabowo Subiyanto melalui Medsos, Tik Tok, Instagram dan Facebook akibat lambannya penanganan penanggulangan Pasca Banjir Bandang di Seluruh Aceh.
Hasanusi, Tokoh Politik senior di Aceh Utara di hadapan Wartawan saat di Wawancarai pada Jum’at Sore (19/12/2025) pukul 17.00 WIB menyikapi kejadian di lapangan Pasca Banjir Bandang yang sudah hampir Sebulan terjadi di Aceh tidak memungkiri banyaknya Bantuan yang masuk ke Aceh baik melalui Udara, Darat dan Laut namun kejadian di lapangan masih Banyak Masyarakat yang tertimpa Musibah Banjir di Aceh masih banyak yang belum menyentuh langsung Korban Banjir yang ada di Pelosok Aceh, Hingga di Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Bener Meriah dan Aceh Utara, sebutnya.
Bahkan Mayat mayat Korban Banjir Masih Banyak yang belum di temukan, dan dalam dua hari ini saja yaitu Kamis Kemarin dan Hari Ini Jum’at ada dua mayat yang di temukan di di Aceh Utara, di dua Kecamatan Langkahan dan Tanah Jambo Aye.
Di Aceh Tamiang saja Warga pedalaman yang rumahnya hancur dan akses yang terputus dan tidak bisa di lalui banyak sekali warga yang belum di temukan dan hilang, apalagi Warga yang belum mendapatkan Bantuan sedikitpun, ucapnya.
Hasanusi adalah politisi PAN yang pernah menjabat sebagai anggota DPRK Aceh Utara periode 2014-2019, dan juga terpilih sebagai Ketua F-PRB (Forum Persatuan Rakyat Bersatu) Aceh Utara pada 2015 untuk periode 2015-2020 menyatakan data.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data korban jiwa menjadi 1.068, hilang 190 orang, dan 537.185 jiwa pengungsi per Kamis (18/12/2025).
Mantan Dewan Aceh Utara itu juga menyebutkan kesedihannya dengan Tragedi yang terjadi di wilayah Bener Meriah, Warga yang terisolir hingga kini masih memikul bahan yang ada di tempatnya untuk di tukarkan dengan beras dengan perjalanan kaki hingga mencapai 3 Jam pergi dan 3 Jam Pulang dengan target puluhan Kilo.
Begitu juga kejadian Pasca Banjir yang menimpa di Daerah Pesisir Aceh, terlebih di Aceh Utara,, Ratusan Rumah Rusak dan Hilang, Tambak Ikan yang dengan jumlah Ribuan hektar gagal Panen, serta para Nelayan banyak yang kehilangan alat tangkap Boat, Jaring dll belum lagi kerusakan Parah, Muara yang terjadi dimana yang akan menjadi Bom waktu Kerusakan dan kehilangan Desa di Aceh Utara, dengan Nada Geramnya di hadapan beberapa Wartawan.
(SF)


