ACEH UTARA – bidikterkini.com | Kamis, 23 Juli 2026. Perlakuan tidak terpuji Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Baktiya, Khaidir, S.Pd. yang melontarkan kata-kata kasar serta makian kepada Koordinator Liputan Bidikterkini.com saat menjalankan tugas konfirmasi anggaran revitalisasi Rp3,6 miliar, kini mendapat sorotan lebih luas. Ironisnya, hingga hari ini pimpinan Dinas Pendidikan Aceh Utara justru ikut bungkam seribu bahasa.
Setelah kejadian tersebut, awak media telah berupaya menyampaikan informasi dan meminta tanggapan resmi kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara Jamaluddin, serta Kabid Pembinaan SMP dan SD di lingkungan dinas terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan bawahannya. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun tanggapan atau klarifikasi yang disampaikan.
MENYANGKAL HAK INFORMASI DAN MENGHINA WARTAWAN
Kejadian bermula saat awak media meminta penjelasan transparan terkait realisasi anggaran APBN 2026 yang telah dicairkan tahap pertama pada April–Mei lalu. Alih-alih menjelaskan, Khaidir justru menolak diwartakan, meluapkan emosi, dan melontarkan ucapan yang tidak pantas serta makian kepada jurnalis yang bertugas.
Tindakan ini jelas melanggar prinsip keterbukaan informasi publik sekaligus menghalangi tugas jurnalistik yang dilindungi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Sikap Kepala Dinas dan Kabid yang diam saja semakin memunculkan dugaan adanya pembiaran atau perlindungan terhadap perilaku yang tidak mencerminkan seorang pendidik dan pejabat publik.
PUBLIK TANYAKAN KEPEMIMPINAN DAN PENEGAKAN ATURAN
Masyarakat mempertanyakan
-Mengapa pejabat yang diberi mandat membina sekolah justru diam saja saat bawahannya menghalangi hak informasi rakyat?
-Apakah sikap bungkam ini tanda bahwa ada hal yang ingin ditutupi dalam pengelolaan anggaran sekolah?
-Di mana penegakan kode etik dan kedisiplinan pegawai negeri sipil di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh Utara?
“Kami hanya meminta kejelasan uang negara. Membalas dengan makian, lalu atasan diam saja, itu bukan contoh pendidikan yang baik. Justru semakin menguatkan dugaan ada yang disembunyikan,” ujar Koordinator Liputan Bidikterkini.com.
Redaksi kembali membuka ruang hak jawab bagi Khaidir, Jamaluddin, maupun jajaran Dinas Pendidikan Aceh Utara. Namun jika tetap diabaikan, hal ini akan menjadi catatan buruk bagi komitmen transparansi pendidikan di daerah ini.
Laporan: Saifuddin Ismail – Bidikterkini.com


