Makassar — bidikterkini.com | Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menyatakan penolakan tegas terhadap wacana pengambilalihan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Wacana tersebut dinilai mengancam kedaulatan rakyat dan merusak prinsip demokrasi yang telah diperjuangkan sejak reformasi.
Fuad Farizt De Aprilia (Oacar), mahasiswa UNM, menegaskan bahwa pengalihan kewenangan Pilkada ke DPR hanya akan membuka ruang intervensi politik dan transaksi kepentingan elit. Menurutnya, Pilkada adalah hak konstitusional rakyat yang tidak boleh dirampas oleh kepentingan partai politik.
Ia juga menilai langkah tersebut bertentangan dengan semangat UUD 1945 dan berpotensi mengembalikan praktik politik tertutup seperti era Orde Baru, di mana kekuasaan dikuasai segelintir elit sementara rakyat dipinggirkan dari proses demokrasi.
Mahasiswa UNM, kata Fuad, akan terus mengawal demokrasi dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menolak segala bentuk pembajakan kedaulatan rakyat serta menjaga integritas demokrasi daerah.
*(Fuad/Admin)*


