Penulis: Saifuddin Ismail alias Saiful – Bidikterkini.com
ACEH TIMUR – bidikterkini.com | Jumat, 31 Juli 2026Perlakuan tidak terpuji kembali dialami awak media Bidikterkini.com saat berusaha meminta keterangan terkait pelaksanaan program pemerintah. Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lung Sa, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Ibu Badriyani, yang awalnya disampaikan bersedia memberikan klarifikasi, justru berbalik melontarkan ancaman pembunuhan dan kata-kata hinaan berat kepada wartawan.
Berdasarkan rekaman percakapan yang diperoleh redaksi, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp dan telepon pada nomor +62 852-6098-4542, Ibu Badriyani melontarkan ancaman: “Minta tembak Kepala Koordinator Liputan Media Bidikterkini Provinsi Aceh”. Tak cukup itu, ia juga melontarkan kata-kata hinaan yang sangat tidak pantas diucapkan seorang pemimpin satuan pendidikan, dengan menyebut awak media menggunakan kata “babi”.
MENGAPA HARUS MENGANCAM DAN MENGHINA
Perkataan itu terucap saat awak media sedang menjalankan tugas jurnalistik meminta keterangan terkait pelaksanaan kegiatan dan program bantuan pemerintah di sekolahnya. Alih-alih menjawab secara profesional, Kepala Sekolah justru mengeluarkan ancaman pembunuhan dan kata-kata yang melanggar norma kesusilaan serta ketentuan perlindungan profesi jurnalis.
Perbuatan ini sangat disayangkan. Seorang Kepala Sekolah yang seharusnya menjadi teladan sopan santun dan penegak kedisiplinan, justru melontarkan ancaman kekerasan dan ujaran kebencian kepada insan pers yang sedang menjalankan tugas menjaga transparansi anggaran negara.
REDASKI TEGAS: TIDAK ADA YANG KEBAL HUKUM
Pemred bidikterkini.com HASNUR CFLE., C.ILJ., CPLA menegaskan bahwa setiap orang berhak meminta keterangan demi kepentingan publik.
“Ancaman pembunuhan dan penghinaan bukan jawaban atas informasi yang wajib diberikan penyelenggara pelayanan publik. Jika ada hal yang tidak ingin diketahui publik, justru hal itu yang patut dipertanyakan,” tegasnya
”Pers tidak hadir untuk mencari musuh, tetapi untuk mengawal uang rakyat dan kebenaran. Ketika pertanyaan tentang transparansi anggaran dijawab dengan ancaman nyawa dan ujaran kebencian, maka yang diserang bukan sekadar wartawan kami, melainkan pilar demokrasi dan hak publik untuk tahu.
Kami menegaskan: Bidik Terkini tidak akan mundur selangkah pun. Ancaman tidak akan membuat tinta kami kering, dan intimidasi tidak akan menghentikan kamera kami. Jabatan Kepala Sekolah adalah amanah publik, bukan tameng untuk kebal dari hukum dan kontrol sosial. Kami pastikan kasus tindak pidana pengancaman ini dikawal hingga tuntas di jalur hukum. Tidak ada kompromi bagi premanisme berkedok pejabat!” Tegas Hasnur
“Redaksi bidikTerkini.com meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur tidak tinggal diam dan segera menindak tegas oknum Kepala Sekolah yang bersangkutan. Status sebagai penyelenggara pendidikan tidak memberikan imunitas hukum untuk melakukan intimidasi. Terkait dugaan ancaman pembunuhan dan ujaran kebencian yang dilontarkan, pihak Redaksi kini sedang mengambil langkah hukum formal demi menegakkan keadilan dan melindungi profesi pers.”
Laporan: Saifuddin Ismail – Bidikterkini.com

