Aceh Timur – BidikTerkinicom | Plt Kepala BPBD Aceh Timur, Syarizal Fauzi, memastikan bahwa bantuan untuk warga terdampak banjir di Desa Seuneubok Saboh” sudah disalurkan. Bantuan tersebut meliputi 98 kasur lipat, 49 kipas angin, 49 kompor, 196 matras, 49 karpet, dan 49 paket sembako. (Minggu 11 April 2026)
“Syarizal Fauzi juga mengatakan bahwa bantuan sembako” akan disalurkan lagi, khusus untuk 49 penghuni hunian sementara (huntara).
“Bantuan sementara dari BNPB dan khusus sembako akan disalurkan lagi,” katanya.
Namun, upaya BPBD Aceh Timur untuk memberikan informasi tentang bantuan tersebut terhambat oleh Camat Pante Bidari, Darkasyi SE, yang tidak memberikan respons yang diharapkan.
Dalam percakapan dengan awak media, Darkasyi SE, mengatakan dalam bahasa Aceh, “Han ku angkat lee HP kah karna dumpue ka rekam”, yang artinya “Saya tidak mau angkat lagi telpon, kamu semua direkamnya”.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Camat Pante Bidari tidak mau memberikan klarifikasi lebih lanjut tentang kasus tersebut, yang membuat warga Desa Seuneubok Saboh semakin sulit untuk mendapatkan informasi tentang kapan disalurkan bantuan seperti jaminan hidup Jadup dari Dinas Sosial atau isi hunian dari kemensos, yang mereka butuhkan.
“Pemerintah desa harusnya lebih terbuka dengan masyarakat,” kata Saifuddin Ismail, SF, aktivis masyarakat Desa Seuneubok Saboh. “Mereka tidak pernah memberikan informasi yang jelas tentang bantuan yang disalurkan.”
Warga Desa Seuneubok Saboh juga mengeluhkan bahwa Kepala Desa Seuneubok Saboh dan perangkatnya sangat tertutup mengenai tentang informasi publik di desa apa lagi transparan dengan masyarakat itu “tidak pernah terbuka dengan warga.
Namun” masyarakat Desa Seuneubok Saboh tidak pernah mendapatkan informasi yang jelas tentang bantuan jaminan hidup yang disalurkan, oleh pemerintah pusat atau BNPB sehingga membuat mereka merasa tidak transparan dan tidak adil. tutupnya,
Laporan: Reporter (SF)


