Makassar – bidikterkini.com | Pemilihan langsung Ketua RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga) yang akan dilaksanakan, memiliki nilai penting sebagai pembelajaran demokrasi di tingkat paling bawah dalam struktur pemerintahan Indonesia. Meskipun bukan bagian dari sistem politik formal seperti pemilu legislatif atau eksekutif, proses ini mengandung prinsip-prinsip dasar demokrasi yang bisa menjadi fondasi kuat bagi partisipasi warga dalam berdemokrasi.
Beberapa alasan mengapa pemilihan langsung Ketua RT/RW penting sebagai pembelajaran demokrasi:
1.Partisipasi Langsung Warga
Warga diberi kesempatan untuk memilih langsung wakil mereka, memilih calon terbaik berdasarkan kriteria seperti kejujuran, kemampuan memimpin, dan kepedulian sosial bukan berdasarkan afiliasi politik.
2.Transparansi dan Akuntabilitas
Proses pemilihan yang transparan (misalnya melalui musyawarah warga atau voting terbuka) mendorong akuntabilitas calon maupun terpilih. Warga bisa menilai kinerja langsung, karena interaksi terjadi sehari-hari.
3.Pendidikan Politik Dasar
Masyarakat belajar tentang hak suara, pentingnya kehadiran dalam forum, menyuarakan aspirasi, serta menghormati keputusan bersama semua elemen penting dalam demokrasi.
4.Penguatan Budaya Musyawarah
Di banyak daerah, pemilihan Ketua RT/RW tetap mengedepankan musyawarah untuk mufakat, yang merupakan nilai luhur demokrasi Pancasila. Ini mengajarkan bahwa demokrasi bukan hanya soal voting, tapi juga kebersamaan dan kearifan lokal.
5.Laboratorium Demokrasi
RT/RW menjadi “laboratorium” mini demokrasi: uji coba tata kelola, penyelesaian konflik, pengelolaan dana, hingga pelayanan publik skala mikro. Jika berjalan baik, ini menjadi fondasi bagi demokrasi yang sehat di tingkat yang lebih tinggi,” Menurut sumber yang diwawancarai.
Meskipun tidak semua daerah menerapkan pemilihan langsung (ada yang masih menunjuk melalui musyawarah atau usulan lurah), tren terkini terutama di perkotaan semakin mendorong sistem yang lebih demokratis dan partisipatif. Sayangnya di Kota Makassar, bukan “One man, One Vote”. Suara hati yang menjadi pilihan, terwakili oleh kepala Rumah Tangga, alias 1 KK 1 suara.
*(faiz/Faisal)*


