2024 adalah tahun Naga Kayu yang mana Naga dalam Honshu China Naga itu besar dan kuat dan Kayu itu keras dan tidak bisa dibengkokkan.
Terlihat warga keturunan Tionghoa mulai dari jam 07 00 WITA satu persatu berbondong memadati klenteng Xiang ma di jalan Sulawesi untuk beribadah dengan khusuk merayakan tahun baru Imlek ( 10/2/2024 ).

“Menurutnya Roby ( Humas Klenteng Xiang Ma ) bahwasanya kalender tahun baru Imlek kali ini jatuhnya pada tahun 2575 yakni tahun Naga Kayu yang mana dalam Honshu China artinya shio naga dikategorikan kuat dan besar serta kayu itu sendiri kan diartikan keras namun semoga kayu itu keras dalam artian semoga keras dalam perekonomian dan kayu tidak bisa dibengkokkan, harapan dalam hogshu China semoga perekonomian bisa semakin meningkat,” ungkap Robi.
“Kemudian ditahun naga kayu ini bisa menjadi tahun perekonomian yang meningkat dan semoga tahun baru Imlek 2024 ini semua pengusaha ataupun golongan kalangan menengah kebawah juga perekonomian nya bisa semakin membaik dan bisa meningkat juga,” Tutup Robianto.

” Menurut Nimred Sembe ( Camat Wajo ) tahun baru Imlek 2024 berharap berjalan dengan aman, kondusif dan terkendali, Nimred juga mengharapkan kegiatan tahun baru Imlek ini khusus kepada keturunan Tionghoa merasa nyaman aman dalam menjalankan ibadah imleknya, dan saya juga mengucapkan selamat merayakan tahun baru Imlek bagi keturunan Tionghoa, semoga apa yang menjadi harapan bisa terkabulkan utamanya keamanan, ketentraman dan kesejahteraan, “tutup Nimred Sembe.
Turut hadir pula Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Yudi Frianto didampingi Kapolsek Wajo Kompol Muhamadi Muhtari dan Danramil, meninjau langsung pengamanan perayaan ibadah tahun baru Imlek 2024.

AKBP Yudi Frianto dalam kunjungannya di wilayah hukumnya ingin memastikan semua berjalan aman dan lancar, Salah satunya Klenteng Xiang Ma, yang berada di Jl Sulawesi, Kecamatan Wajo.
” Hari ini kami telah meninjau kebeberapa titik klenteng yang berada di wilayah hukum polres pelabuhan ingin memastikan bahwa kegiatan ibadah perayaan Imlek bagi keturunan Tionghoa berjalan dengan hikmat,aman dan kondusif, “ungkap mantan Kasat Narkoba Polrestabes Makassar ini.

AKBP Yudi Prianto, juga juga mengungkapkan bahwa ada lima titik klenteng yang harus kita amankan, karenanya hari ini kita lakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pengurus-pengurus klenteng.
“AKBP Yudi Prianto menyebutkan, koordinasi yang dilakukan pihaknya dengan pengurus klenteng harus lebih ketat karena mengingat perayaan ibadah Imlek selalu memakan waktu lama yang biasanya sekitar seminggu, sehingga kita melakukan koordinasi langsung sebelumnya kepada pengurus-pengurus klenteng. “Tutup AKBP Yudi Prianto.
” Hasnur “


