MAROS – bidikterkini.com | Pengurus Daerah Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPD Akpersi) Sulawesi Selatan menyayangkan sikap dan kualitas pelayanan di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Maros. Hal tersebut mencuat saat pengurus DPD Akpersi Sulsel menyambangi kantor tersebut untuk melakukan konfirmasi terkait persoalan tanah di Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu.
Kedatangan perwakilan pers tersebut dinilai mendapat tanggapan yang kurang profesional dari pihak BPN Maros. Pengurus DPD Akpersi Sulsel menyatakan bahwa pokok permasalahan yang dibawanya membutuhkan tanggapan langsung dari Kepala Kantor BPN Maros atau staf khusus yang berwenang memberikan keterangan resmi.
Soroti Pelayanan Tutup Pukul 15.00 WITA dan Pegawai Kosong
Selain kendala konfirmasi, DPD Akpersi Sulsel juga menyoroti jam operasional dan kedisiplinan pegawai di kantor BPN Maros. Saat bermaksud meminta keterangan sekitar pukul 15.00 WITA, rombongan mendapati pelayanan sudah ditutup.
Bahkan, diperkirakan hampir 90 persen pegawai atau staf telah meninggalkan area kantor BPN Maros sebelum jam kerja berakhir, padahal proses pelayanan seharusnya masih berjalan.
Mati Lampu dan Ketiadaan Genset Jadi Alasan
Saat dikonfirmasi mengenai kondisi kantor yang sepi sebelum waktunya, seorang staf BPN Maros berinisial IQ berdalih bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh kendala aliran listrik.
“Mungkin karena mati lampu, Pak, makanya cepat pulang karena di kantor tidak ada genset,” ujar IQ saat dimintai keterangan.
Pernyataan tersebut memicu keprihatinan dari pihak DPD Akpersi Sulsel. Sebagai instansi pemerintah strategis yang mengurus administrasi dan pencatatan tanah masyarakat, BPN Maros dinilai seharusnya memiliki fasilitas pendukung seperti generator set (genset) agar pemadaman listrik tidak melumpuhkan pelayanan publik.
Akpersi mempertanyakan efektivitas dan pengalokasian anggaran sarana prasarana di kantor tersebut. Pihaknya mengkhawatirkan jika pemadaman listrik terjadi sejak pagi, keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat dapat terhenti total sepanjang hari.
Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih mengupayakan konfirmasi resmi lebih lanjut kepada Kepala BPN Maros maupun pihak terkait untuk memberikan ruang klarifikasi dan tanggapan berimbang atas peristiwa tersebut.
*(Red)*

