ACEH TIMUR – bidikterkini.com | Pascabencana alam di Desa Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari Aceh Timur, warga mengeluh soal bantuan Jadup dari pemerintah belum sampai lengkap. Mereka bertanya: kemana bantuan Jadup dan stimulan hunian sementara dari Kemensos yang sudah masuk dalam data BNBA SK Bupati?
Keluhan ini disampaikan langsung oleh warga Seuneubok Saboh kepada redaksi. Menurut mereka, dari 231 KK terdampak, yang diterima baru 49 unit hunian sementara dari BNPB dan bantuan uang Rp1 juta per KK dari organisasi kemanusiaan yang disalurkan melalui Kantor Pos Simpang Ulim.
“Bantuan lain sampai sekarang belum ada sama sekali di desa kami, Seperti bantuan Jadup dan stimulan isi hunian sementara dari Menteri Sosial itu tidak ada,” kata warga.
*Data 161 Penerima Hilang, Warga Tanya ke Mana* yang jadi sorotan, warga menyebut ada BNBA SK Bupati Aceh Timur yang mencatat 161 orang berhak menerima bantuan Jadup tahap I. Namun data itu disebut “hilang entah ke mana”.
Padahal, dari 49 warga yang sudah mendapat hunian sementara, mereka seharusnya masuk daftar penerima bantuan yang dijanjikan pemerintah.
“Kami masyarakat bertanya apakah bantuan tersebut sudah disalurkan atau belum. Karna saat warga bertanya ke Camat, kata Camat tanyakan ke Geuchik. Saat kami tanyakan ke Keuchik, mengatakan tidak tahu karena data sudah kita kasih ke pihak kecamatan,” ujar warga.
Kondisi ini membuat warga yang terdampak bencana alam paling parah “merasa “dipermainkan” oleh pihak-pihak tertentu Mereka mendesak kejelasan status bantuan yang sudah dijanjikan.
*Janji dan Harapan warga pada Wamen PPPA*
Warga Seuneubok Saboh kini menggantungkan harapan pada kunjungan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, ke titik terdampak di Kecamatan Pantai, Aceh Timur, pada Minggu, 11 Januari 2026.
Dalam kunjungan itu, Wamen PPPA menegaskan komitmen pemerintah memulihkan martabat dan ekonomi warga, terutama ibu dan anak yang paling rentan pascabencana. Ia mengumumkan tiga komitmen: pembangunan dapur umum komunal permanen, program pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan dan akses modal mikro, serta fasilitasi pembangunan sumur bor untuk air bersih.
“Dapur umum ini gampang, hanya perlu 4 hari. Yang penting beras, minyak, telur tersedia. Perempuan akan dilatih supaya punya sumber protein dari kebun pangan lokal,” kata Veronica Tan saat di lokasi.
Bagi warga Desa Seuneubok Saboh, komitmen itu harus segera menyentuh desa mereka. Sebab bantuan fisik saja tidak cukup jika bantuan sosial yang sudah masuk SK tidak jelas rimbanya.
*Pertanyaan Publik: Siapa yang Memainkan Data?* Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Sosial Aceh Timur, Kecamatan Pante Bidari, maupun Gampong Seuneubok Saboh soal hilangnya data 161 penerima bantuan Jadup dan Stimulan isi hunian.
Jika data SK Bupati hilang atau tidak ditindaklanjuti, maka ada potensi maladministrasi yang merugikan warga korban bencana. Publik mendesak Inspektorat dan APH turun tangan menelusuri rantai distribusi data dan bantuan.
Laporan: SF Jurnalis Aceh


