Makassar – Bidikterkini Sepak bola Indonesia, khususnya publik Sulawesi Selatan, kembali diselimuti awan hitam. Tokoh legendaris sekaligus mantan pelatih PSM Makassar, Muhammad Basri (M. Basri), dilaporkan telah berpulang ke Rahmatullah hari ini.
Kepergian sosok yang dikenal sangat berdedikasi ini meninggalkan duka mendalam bagi jajaran manajemen, pemain, hingga deretan suporter setia Juku Eja.
*Warisan Singkat Sang Legenda*
Semasa hidupnya, M. Basri bukan sekadar pelatih biasa. Beliau merupakan salah satu figur kunci yang membentuk karakter permainan pantang menyerah khas PSM Makassar. Taktik dingin, kedisiplinan tinggi, serta kemampuannya mengayomi para pemain muda menjadikannya sosok bapak sekaligus mentor yang disegani di kancah sepak bola nasional.
Di bawah arahannya, PSM Makassar pernah melahirkan deretan laga bersejarah dan mencetak sederet bintang yang mewarnai belantika sepak bola Indonesia.
*Duka dari Curva: Komentar Eks Jenderal Lapangan The Macz Man*
Kepergian sang maestro turut memukul perasaan para suporter. Andi Shyam Paswah—atau yang akrab disapa Coklat, mantan Jenderal Lapangan kelompok suporter The Macz Man—menyampaikan belasungkawa dan rasa kehilangan yang sangat mendalam atas wafatnya almarhum.
”Kami sangat kehilangan. Om Basri bukan cuma pelatih untuk tim, tapi sudah seperti sosok ayah dan guru bagi kami para suporter. Beliau mengajarkan apa artinya Siri’ Na Pacce dalam membela PSM Makassar,” ujar Coklat dengan nada haru.
”Keteguhan dan dedikasi beliau untuk PSM tidak akan pernah kami lupakan. Selamat jalan Coach M. Basri, warisan dan semangatmu akan selalu menyala di tribun kami.”
Selamat jalan, Coach M. Basri. Terima kasih atas segala dedikasi, keringat, dan cinta yang telah diabdikan untuk PSM Makassar dan sepak bola Indonesia.
Rest in Peace, Legend.

