MAKASSAR, 24 JUNI 2026 – Bidikterkinicon, Arus digitalisasi dan keterbukaan informasi yang membawa dampak pada maraknya isu normalisasi penyimpangan seksual LGBT di kalangan remaja, mendapat respons konkret dari elemen masyarakat dan praktisi pendidikan di Kota Makassar. Pagi tadi, Gerakan Peduli Generasi (GPG) sukses menggelar Sosialisasi & Deklarasi Bersama bertajuk “Menjaga Moralitas Bangsa dari Bahaya Penyimpangan Seksual LGBT” bertempat di Terminal 1 PT. PELINDO Regional IV Makassar, Rabu (24/6).
Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 WITA ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari Akademisi Kepala Sekolah, para Guru , Mahasiswa dan warga masyarakat Kota Makassar. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh GM PT Pelindo Persero Regional 4 Makassar, yang sekaligus menandai dimulainya gerakan sinergis pengawasan moralitas anak di lingkungan keluarga maupun di sekolah.
Pembina Gerakan Peduli Generasi, Prof. Dr. KH. Mustari Bosra, MA menekankan pentingnya melandasi gerakan ini dengan nilai kemanusiaan dan keagamaan yang kokoh.
“Gerakan ini bukan lahir dari kebencian, melainkan murni dari rasa kasih sayang kita kepada anak cucu kita. Kita membenci perilakunya yang menyimpang karena merusak tatanan keluarga dan masa depan bangsa, namun kita berkewajiban merangkul generasinya agar kembali ke fitrah kodrati yang telah ditetapkan oleh Allah,” ujar Pembina GPG saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Peduli Generasi, Dr. Junaedah Aswara, S.Pd., M.Pd memaparkan fakta-fakta lapangan yang melatarbelakangi urgensi diadakannya sosialisasi ini. Menurutnya, infiltrasi isu LGBT hari ini masuk secara sangat senyap melalui algoritma gawai di kamar-kamar tidur anak.Kita tidak bisa lagi menutup mata. Para pendidik di sekolah, khususnya Guru Agama dan Guru BK, adalah garda terdepan. Melalui kegiatan ini, kita menyamakan persepsi dan membekali mereka dengan strategi deteksi dini serta metode konseling yang edukatif-rehabilitatif, bukan dengan cara menghakimi atau merundung (bullying),” tegas Ketua Umum GPG.
Sekretaris Umum Gerakan Peduli Generasi, Andi Shyam Paswah, S.Pd., M.M., Ph.D, yang menjadi Pemateri pada hari ini menambahkan bahwa suksesnya acara hari ini merupakan batu loncatan untuk program yang lebih besar. Antusiasme peserta tingkat dasar dan menengah pertama di Kota Makassar menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memperluas jangkauan gerakan.
Alhamdulillah, hari ini lahir Komitmen Bersama oleh GPG dan perwakilan sekolah. Sebagai rencana ke depan, kami akan segera melayangkan surat permohonan audiensi dan mengajukan proposal acuan kegiatan ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Sasaran kita berikutnya adalah melakukan roadshow sosialisasi terpadu ke tingkat SMA dan SMK sederajat di seluruh wilayah Sulsel, karena usia remaja akhir justru menjadi klaster yang paling rentan terpapar,” jelas Sekretaris Umum GPG, Andi Shyam yang akrab disapa Coklat.
Pelaksanaan kegiatan yang bertempat di fasilitas publik ini juga mendapat dukungan penuh dan apresiasi tinggi dari pihak manajemen PT. PELINDO Regional IV Makassar selaku penyedia tempat.
General Manager (GM) Pelindo Regional IV Makassar, Iwan Sjarifuddin, S.E., M.M, menyatakan komitmennya dalam mendukung program-program kepemudaan yang berdampak positif bagi peradaban.
“Kami di Pelindo tidak hanya berfokus pada pelayanan logistik dan pelabuhan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan seputar, khususnya masa depan generasi muda Makassar. Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Gerakan Peduli Generasi ini. Menyediakan Terminal 1 sebagai ruang edukasi moralitas ini adalah bentuk kontribusi nyata kami agar fasilitas publik juga menjadi ruang yang sehat dan menyelamatkan karakter anak bangsa,” ungkap GM Pelindo Regional IV Makassar.
Acara diakhiri pada pukul 12.00 WITA dengan sebelumnya dilakukan foto bersama jajaran pimpinan GPG, perwakilan guru, serta disaksikan langsung oleh pihak manajemen Pelindo. Kegiatan tersebut menjadi bukti legalitas dan keseriusan bersama dalam mengawal ekosistem pendidikan yang bersih dari penyimpangan sosial demi menyongsong Indonesia Emas.


