BANDA ACEH – bidikterkini.com – Pembangunan permanen Sekolah Rakyat Tahap II Provinsi Aceh senilai Rp1,53 triliun bersumber APBN ditargetkan rampung sebelum 20 Juni 2026. Data per akhir Mei 2026 menunjukkan progres fisik di Desa Jeulikat, Aceh Besar mencapai 54,6 persen.
Dengan sisa waktu kurang dari sebulan, sejumlah warga di wilayah Aceh Besar, Bireuen, dan Lhokseumawe menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait pelaksanaan proyek strategis tersebut.
Warga menyoroti tiga poin utama:
1. Rincian harga satuan pekerjaan dan spesifikasi bahan bangunan yang digunakan agar mutu bangunan terjaga untuk jangka panjang.
2. Mekanisme pengawasan harian di lapangan supaya kecepatan pengerjaan tidak mengorbankan kualitas bangunan.
3. Keterbukaan informasi kuota serta tata cara penerimaan tenaga kerja lokal pada Paket Aceh 2 yang meliputi wilayah Nagan Raya, Subulussalam, dan Aceh Singkil.
“Proyek ini menggunakan uang negara dari APBN, jadi masyarakat berhak mengetahui rinciannya sesuai Undang‑Undang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008. Kami ingin memastikan bangunan aman bagi anak‑anak, serta tenaga kerja lokal mendapatkan prioritas keterlibatan,” ujar salah satu warga Desa Jeulikat yang tidak ingin disebutkan namanya.
Redaksi bidikterkini.com telah mengirim surat permohonan informasi dan konfirmasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum, PT PP, PT Wika, PT Waskita Karya, serta Dinas Pendidikan Aceh pada 13 Juni 2026.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi yang diterima terkait rincian anggaran, spesifikasi teknis, maupun mekanisme keterbukaan data BOS pada sekolah‑sekolah penerima manfaat program Sekolah Rakyat.
Redaksi bidikterkini.com membuka ruang seluas‑luasnya bagi seluruh pihak terkait untuk memberikan penjelasan dan data yang lengkap serta berimbang. Hal ini bertujuan menjaga akuntabilitas publik serta kepercayaan masyarakat Aceh terhadap program prioritas pemerintah.
Laporan: Saifuddin Ismail, S.E – Koordinator Liputan Aceh


