Bantaeng – bidikterkini.com | Muh. Gunawan, yang lebih akrab disapa Wawan Copel, pemuda asal Kabupaten Bantaeng yang selama ini aktif di lembaga pergerakan dan konsisten menyuarakan suara rakyat kecil, kembali angkat bicara di momentum Hari Jadi Kabupaten Bantaeng—Butta Toa, tanah bersejarah yang seharusnya menjadi kebanggaan, bukan sekadar seremonial tahunan.
Menurut Wawan Copel, Hari Jadi Bantaeng bukan hanya tentang panggung megah, spanduk besar, dan pesta hiburan, tetapi tentang melihat kembali apa yang sudah – atau justru belum – dikerjakan pemerintah untuk rakyatnya.
“Bantaeng ini tua dari segi sejarah, tapi jangan sampai tua juga dari kinerja pemerintahnya. Kita tidak butuh seremoni mewah kalau rakyat masih bergelut dengan banjir, lapangan kerja sempit, tegas Wawan Copel.
Ia menyoroti bagaimana pembangunan yang sering digaungkan tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan. dan ruang-ruang aspirasi masyarakat sering diabaikan.
“Di hari jadi ini, pemerintah harusnya bercermin, bukan berbangga diri. Bantaeng butuh perbaikan nyata, bukan janji yang berulang tiap tahun.”
Wawan Copel juga menegaskan bahwa pemuda Bantaeng tidak akan tinggal diam. Momentum hari jadi ini harus menjadi titik balik, bukan sekadar rutinitas. Ia mengajak masyarakat untuk tidak takut bersuara dan terus mengawal kebijakan pemerintah.
Bantaeng tidak boleh hanya besar dari cerita sejarahnya. Bantaeng harus besar dari keberpihakan kepada rakyatnya. Kalau pemerintah masih nyaman tidur di atas tumpukan masalah, maka kita yang muda harus jadi alarmnya,” pungkasnya
*Admin/wawancopel*


