ACEH TIMUR — KECAMATAN MADAT – bidikterkini.com | Sudah hampir tujuh tahun berlalu sejak peristiwa itu terjadi. Enam warga Desa Meunasah Tingkeum, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, menyerahkan harta benda mereka pada tahun 2019 — saat berlangsungnya pencalonan Anggota DPR Aceh dari Daerah Pemilihan 6 Aceh Timur. Namun hingga hari ini, harta mereka belum dikembalikan sepeser pun.
_DAFTAR LENGKAP HARTA WARGA YANG BELUM DIKEMBALIKAN_
Nama Korban Harta yang Diserahkan Nilai Tertulis
1 Ibu — (Nama sesuai KTP) 87 Gram Emas —
2 Tgk Raoh 16 Ekor Kambing Rp 25.600.000
3 Muhammad Rauf — Rp 11.500.000
4 Yahya — Rp 24.500.000
5 Usman 9 Ekor Kambing Rp 9.500.000
6 Tgk Yusuf 3 Ekor Sapi Jantan —(Lainnya) Korban tambahan 2 Ekor Sapi Jantan —
Total kerugian: Emas puluhan gram, sapi 5 ekor, kambing 25 ekor, uang jutaan rupiah — semuanya belum kembali.
Dalam rekaman video, Tgk Yusuf menyampaikan fakta yang mengejutkan:
“Oknum Anggota DPR Aceh berinisial PU itu sempat meminta tambahan lagi — uang atau sapi — setelah acara kampanye di rumah Faisal. Di sanalah saya bertemu langsung dengan Panglima Ucok.”
Tgk Yusuf menegaskan, 3 ekor sapi miliknya diambil oleh Muhammad alias Toke Amad Lung — selaku tim pendukung Panglima Ucok — dan hingga kini sudah 7 tahun belum dikembalikan.
KONFIRMASI SAIPUL BIDIKTERKINI — INI JAWABAN PIHAK TERKAIT
Saipul, Koordinator Liputan Wilayah Provinsi Aceh BidikTerkini.com, telah melakukan konfirmasi resmi kepada kedua pihak:
Keterangan Panglima Ucok (via WhatsApp)
Dalam bahasa Aceh:
“Nyan kon adoe dan hana long yue bak Toke Amad, adoe.”
Artinya: “Itu bukan urusan saya, dan tidak ada satu pun yang sampai ke saya — itu urusan Toke Amad.”
Panglima Ucok melepaskan diri dan menyatakan segala urusan pengambilan harta murni berada di tangan Toke Amad.
_Keterangan Toke Amad Lung (via Telepon/WhatsApp_
Berbeda dengan pernyataan Panglima Ucok, Toke Amad justru mengakui secara terbuka:
“Sapi, lembu, emas, dan kambing tersebut — sepenuhnya dipakai untuk keperluan Panglima Ucok.”
Toke Amad tidak menyangkal pengambilan, justru menegaskan harta tersebut digunakan untuk kepentingan kampanye pihak yang disebutkan.
– Jika harta dipakai untuk keperluan Panglima Ucok — seperti diakui Toke Amad — mengapa Panglima Ucok menyatakan tidak menerima apa-apa?
– Apakah oknum berinisial PU mengetahui atau terlibat dalam permintaan tambahan harta setelah kampanye?
– Ke mana perginya 87 gram emas, 5 ekor sapi, 25 ekor kambing, dan jutaan rupiah uang warga?
– Mengapa saling lempar tanggung jawab ketika warga meminta haknya kembali?
– Apakah warga harus menunggu bertahun-tahun lagi demi keadilan?
Warga menegaskan satu hal yang sederhana namun mendesak
“Kami tidak meminta keuntungan sepeser pun dari Bapak Oknum DPR Aceh maupun dari Toke Amad. Kami hanya meminta harta milik kami dikembalikan sebagaimana adanya. Itu harta pencaharian kami, harta masa depan keluarga kami.”
1. Pertemuan terbuka antara korban, Toke Amad, Panglima Ucok, dan oknum PU untuk meluruskan fakta
2. Pengembalian seluruh harta — emas, sapi, kambing, dan uang — kepada pemilik aslinya tanpa penundaan
3. Pemeriksaan resmi oleh pihak berwenang mengingat adanya bukti tertulis, tanda tangan, dan pengakuan langsung
4. Perlindungan bagi seluruh korban agar berani menyuarakan kebenaran tanpa rasa takut
5. Jawaban tegas — ke mana harta warga dibawa dan siapa yang bertanggung jawab sepenuhnya
Redaksi Bidik Terkini akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ruang hak jawab tetap terbuka luas bagi semua pihak yang disebutkan. Asas praduga tak bersalah tetap berlaku sampai ada putusan sah dari pengadilan.
— Bidik Terkini — Mengawal Kebenaran & Keadilan


