MAKASSAR — bidikterkini.com | Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPD AKPERSI) Sulawesi Selatan menegaskan sikap netralitasnya dalam menanggapi polemik atas pernyataan sosok berinisial FF yang disampaikan melalui siaran langsung (live) di media sosial. AKPERSI menekankan bahwa langkah yang diambil murni merupakan bentuk kepedulian terhadap kehormatan profesi wartawan dan advokat, tanpa berniat memihak atau menyudutkan pihak mana pun.
Ketua DPD AKPERSI Sulsel, Hasnur, CFLE., CILJ ., CPLA, menyatakan bahwa kritik yang disampaikan pihaknya fokus pada substansi ucapan yang dikeluarkan dalam siaran langsung tersebut, yang dinilai berpotensi mencederai dan merendahkan harkat profesi pers dan hukum.
”Kami tidak sedang membela pihak tertentu ataupun menghakimi FF. Yang kami kritik adalah ucapan yang dilontarkan melalui live tersebut. Memahami konteks itu penting, tetapi memahami konteks bukan berarti membenarkan setiap ucapan,” tegas Hasnur pada Jumat (16/10/2026).
Di sisi lain, AKPERSI Sulsel juga menyampaikan simpati dan pemahaman atas situasi emosional yang dialami oleh FF. Pihaknya memahami dinamika psikologis yang dirasakan FF akibat dugaan penghinaan terhadap anaknya. Kendati demikian, AKPERSI menilai penting bagi setiap publik figur atau pengguna media sosial untuk tetap bijak dalam memilih kata agar tidak melukai profesi lain.
”Kami memahami dan mengerti perasaan FF yang mungkin berada dalam keadaan emosi karena anaknya telah dihina. Akan tetapi, konteks kalimat yang diucapkan dapat berdampak luas dan melukai profesi wartawan serta advokat,” lanjutnya.
Guna meluruskan kesalahpahaman dan menjaga kondusivitas, DPD AKPERSI Sulsel mengharapkan adanya iktikad baik dari FF untuk menyampaikan klarifikasi secara langsung dan terbuka kepada publik mengenai maksud dari pernyataannya.
Selain itu, AKPERSI mendesak agar permohonan maaf disampaikan secara personal oleh yang bersangkutan jika pernyataan tersebut terbukti menyinggung atau merendahkan profesi wartawan dan advokat.
”Kami mendesak klarifikasi dan permohonan maaf disampaikan langsung oleh FF sebagai pihak yang diduga menyampaikan pernyataan, bukan melalui perwakilan direktur CV atau pihak lain,” tutup Hasnur.
melalui klarifikasi terbuka ini, diharapkan polemik dapat diselesaikan secara bijak dan proporsional demi menjaga hubungan baik serta saling menghormati antar profesi di masyarakat.


