Oleh: Aditya Pratama (Direktur Bidang Pelatihan dan Advokasi LAPMI PB HMI)
Bidikterkini.com | Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penting dalam pembangunan nasional. Pemerintah telah menjalankan berbagai program strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, memperluas akses pelayanan dasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meskipun demikian, keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya program. Ukuran keberhasilan yang paling utama adalah dampaknya dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat secara merata.
Capaian Pelayanan Publik dan Kualitas SDM
Pemerintah telah meluncurkan berbagai program pelayanan publik yang berdampak langsung pada masyarakat. Beberapa program utama tersebut antara lain:
- Makan Bergizi Gratis untuk pemenuhan gizi anak-anak.
- Pemeriksaan kesehatan gratis dan pembangunan rumah bagi warga.
- Pengembangan Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan.
Namun, investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) tidak cukup berhenti pada pemenuhan gizi dan akses sekolah. Pemerintah juga perlu memastikan pemerataan kualitas guru, penguatan pendidikan vokasi, serta penyediaan lapangan kerja yang layak. Tanpa lapangan kerja yang memadai, bonus demografi berisiko menjadi beban sosial baru.
Kelestarian Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana
Agenda ketahanan pangan dan energi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Oleh karena itu, setiap proyek strategis nasional wajib memiliki kajian lingkungan yang kredibel dan transparan.
Selain masalah lingkungan, tantangan bencana alam seperti banjir, longsor, dan kebakaran hutan memerlukan perhatian khusus. Penanganan bencana tidak boleh hanya fokus pada tanggap darurat. Pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat mitigasi bencana melalui beberapa langkah kunci:
- Memperkuat sistem peringatan dini dan pemetaan wilayah rawan.
- Menjaga tata ruang serta memulihkan daerah aliran sungai (DAS).
- Menyiapkan anggaran mitigasi dan pemulihan yang transparan.
Negara harus hadir dalam tiga tahap bencana: pencegahan sebelum terjadi, perlindungan saat kejadian, dan pemulihan pascabencana.
Pertumbuhan Ekonomi yang Dirasakan Rakyat
Di sektor ekonomi, stabilitas makro dan dorongan investasi memang penting. Namun, pertumbuhan ekonomi harus dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Pemerintah harus fokus pada penurunan angka kerja informal, peningkatan daya beli, dan penguatan UMKM.
Selain itu, masyarakat yang terdampak bencana juga harus mendapatkan bantuan pemulihan ekonomi secara cepat, seperti dukungan modal bagi petani dan nelayan.
Sikap Objektif LAPMI PB HMI
Sebagai bagian dari gerakan mahasiswa, LAPMI PB HMI memandang dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran secara objektif. Capaian positif patut kita apresiasi, sedangkan kebijakan yang belum efektif harus segera dikoreksi.
Mengapresiasi bukan berarti menanggalkan daya kritis, dan mengkritik bukan berarti menafikan capaian. Keberhasilan pemerintah pada akhirnya terlihat dari perubahan nyata yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.


