Oleh: Ali Mansur Monesa
Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan PB SEMMI
JAKARTA – bidikterkini.com | Serikat mahasiswa muslimin indonesia ( PB SEMMI ) dua tahun pertama pemerintahan prabowo gibran adalah cermin arah kekuasaan. Hari ini saya, atas nama Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI),
menginstruksikan Konsolidasi Nasional kepada seluruh PW dan Cabang SEMMI di Seluruh Indonesia perintah ini merupakan perintah ideologis. Ujar Ali mansur ketua bidang kemasiswaan dan kepemudaan PB SEMMI.
Ini bukan sekadar seruan organisasi. Ini adalah panggilan sejarah.
Mengapa Evaluasi Total Harus Dilakukan?
Janji kampanye tentang kesejahteraan, lapangan kerja, pemberantasan korupsi, dan kedaulatan pangan harus diuji dengan data, bukan dengan baliho.
PB SEMMI SEMMI melihat tiga kegelisahan mendasar Rakyat.
1. Ekonomi yang Tumbuh di Atas Kertas, tapi Sesak di Dapur Rakyat.
Pertumbuhan makro diklaim stabil, namun daya beli mahasiswa, petani, dan pekerja informal tergerus. Kebijakan lapangan kerja dan upah belum menjawab realitas PHK dan ketimpangan. Di sinilah fungsi Ketua BAZNAS RI dan Menteri Ketenagakerjaan RI seharusnya berjalan maksimal, namun faktanya perlindungan sosial masih jauh dari harapan umat.
2. Demokrasi yang Maju Mundur.
Konsolidasi nasional ini juga untuk mengevaluasi kualitas demokrasi kita. Kebebasan akademik, kebebasan pers, dan hak menyatakan pendapat tidak boleh dikorbankan demi stabilitas semu.
3. Kepastian Hukum yang Tidak Boleh Digantung.
Merespon isu yang berkembang di publik, PB SEMMI dengan tegas MENDESAK DPR RI untuk menindaklanjuti secara kelembagaan Kasus Ijazah Wapres. Keputusan Mahkamah Konstitusi bersifat final dan mengikat. Negara tidak boleh membiarkan polemik yang menggerus legitimasi lembaga kepresidenan terus menggantung. Kepastian hukum adalah harga mati untuk menjaga marwah konstitusi.
DPR RI tidak boleh diam. Fungsi pengawasan DPR harus berjalan.
Seruan konsolidasi kepada PW & Cabang SEMMI Se-Indonesia:
1. Segera gelar Mimbar Akademik & Forum Konsolidasi do setiap Daerah di kampus-kampus dan elemn okp lainya .
2. Susun Naskah Evaluasi Total Berbasis Data hasil konsolidasi Daerah – dari harga pangan, pengangguran, hingga kasus korupsi di daerah.
3. Siaga Aksi Konstitusional yang damai, tertib, dan bermartabat jika evaluasi ini tidak direspon negara.
Ali : kabid KK PB SEMMI memegang teguh Trilogi hos tjokroaminot : TAUHID, ILMU, SIASAH. Tauhid untuk keberpihakan pada yang lemah, Ilmu untuk membedah kebijakan dengan data, dan Siasah untuk keberanian mengambil sikap.
Pemerintahan Prabowo-Gibran telah berjalan 2 tahun. Cukup waktu untuk melihat pembuktian atas janji kebijakan melalui kenirja selma 2 tahun saatnya evaluasi menuju hari sumpa pemuda 28 oktober 2026
Jika pemerintah alergi kritik, maka mahasiswa wajib hadir sebagai oposisi moral.sebab demokrasi tanpa kebebsan berpendapt itu hanyalah mimpi akan kebebasan.
#Tidak ada negara demokrasi tanpa kontrol
#Tauhid ilmu siasah


